Agus Kreasikan Molen Khas Tawangmangu Menjadi Molen Gajah

Agus Suwito menunjukkan makanan khas Tawangmangu berupa pisang molen gajah hasil kreasinya. (Foto : Ist)

Karanganyar (wartajateng.id) – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan akan berakhir, industri keratif dan kuliner warga Karanganyar justru semakin tumbuh dan berkembang.

Pertumbuhan usaha UMKM berupa usaha kuliner warga tersebut, sebagian besar berada di lokasi pariwisata.

Seperti usaha kuliner dan makanan khas Tawangmangu yang dikelola oleh Agus Suwito yang berada di jalur wisata Karanganyar-Tawangmangu, tepatnya di Sumokado.

Hanya saja, usaha baru yang digeluti oleh Agus Suwito bersama sang istri tersebut berbeda dengan pisang molen khas Tawangmangu yang selama ini kita kenal. Kalau selama ini kita mengenal pisang molen Tawangamnagu berukuran kecil, namun oleh Agus molen ini dikreasikan lebih besar.

Agus kemudian memberi nama Molen Gajah. Dari sisi rasa, Agus menjelaskan, terdapat 5 varian rasa, yakni rasa orisinil, rasa coklat, keju, kacang hijau dan ketan. Sejak dibuka dua bulan lalu, Agus mengaku telah mendapat respon positif dari wisatawan yang berkunjung ke Tawangmangu.

Dengan harga antara Rp15 ribu dan Rp18 ribu, kita sudah dapat menikmati pisang molen gajah  milik Agus. Selain dalam bentuk yang siap saji, Agus juga menawarkan pisang molen frozen sebagai oleh-oleh dan bisa digoreng di rumah.

“Ide dan pemikiran untuk membuka usaha ini sebenarnya sudah lama. Namun karena keterbatasan waktu, usaha ini baru sekarang bisa diwujudkan. Saya mencoba kreasikan molen yang dikenal selama ini menjadi makanan khas Tawangamnagu dengan bentuk dan tekstur yang berbeda.Ukurannya juga lebih besar,” terang Agus Minggu (18/10/2020).

Dikatakan Agus, untuk memasarkan makanan hasil olahannya ini, dia bekerjasama dengan sejumlah agen perjalanan wisata di berbagai wilayah.

“Kebetulan kan selama ini saya menggeluti bidang angkutan pariwisata. Saya menggandeng rekan-rekan travel yang mengantar wisatawan ke Tawangmangu. Alhamdulillah, produk molen saya mulai dikenal luas. Yang terpenting dari semua itu adalah, kita ingin mengangkat salah satu makanan khas Tawangmangu ini,” terangnya. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: