Anggota DPR Dukung Kepala Desa Percepat Salurkan BLT

Beberapa warga menerima bantuan langsung tunai dari Kemensos. (Foto : Kemensos.go.id)

Jakarta (wartajateg.id) − Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M. Daud memberi support moril terhadap para kepala desa beserta perangkatnya yang sedang melakukan proses percepatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang mengalami dampak virus corona (Covid-19).

“Ikhtiar keras para kepala desa dalam menyegerakan pencairan BLT yang bersumber dari Dana Desa adalah wujud kepedulian dan kepekaan sosial para pemimpin desa tersebut,” ucap Ruslan dalam keterangan resminya, dpr.go.id, Selasa (19/5/2020).

Sebagaimana yang terjadi beberapa provinsi, para kepala desa beserta perangkatnya sangat memahami nilai kearifan lokal yang berlaku. Dimana, kebutuhan belanja rumah tangga selalu membengkak di tiap-tiap hari-hari besar Islam seperti tradisi Hari Raya Idulfitri yang hanya tersisa beberapa hari lagi.

BACA JUGA  Jateng di Rumah Saja, Mbah Munif: Tumbuhkan Empati untuk Pengidap Covid-19

Ruslan pun memahami, para kepala desa juga mengalami beragam kesulitan, hambatan dan tantangan dalam proses pencairan dana BLT. Sebab, kepala desa yang juga merupakan mitra kerja DPR ditingkat grassroots (akar rumput).

“Pastinya akan bergegas menyalurkan BLT agar bisa diterima masyarakatnya sebelum hari raya Idul Fitri 1441 H,” ungkapnya.

Surat Instruksi Menteri Desa PDTT tertanggal 15 Mei 2020 itu, menurut Ruslan, mempertegas kembali kewenangan desa yang juga tertuang dalam Permendesa Nomor 6 tahun 2020. Di mana, desa dapat langsung menyalurkan BLT Dana Desa tanpa menunggu pengesahan.

BACA JUGA  PERINGATI HUT KE 21, DWP Dorong Pemberdayaan Perempuan Digital

Kepada Kementerian Sosial (Kemensos), Ruslan meminta agar dapat bersinergi dengan baik dalam proses penyaluran BLT yang bersumber dari Kemensos. Hal ini penting mengingat ada beberapa kepala desa yang menunda penyaluran BLT Dana Desa hingga BLT yang bersumber dari Kemensos disalurkan.

Kebijakan menunda sementara oleh kepala desa, tentunya punya alasan yang kuat. Salah satunya adalah menghindari konflik dan perlunya mewujudkan kebersamaan antar masyarakat.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber BLT tidak hanya dari Dana Desa, tapi juga dari instansi lain. Sebab itu, penyalurannya harus serentak sehingga manfaat bisa dirasakan bersama-sama oleh seluruh masyarakat penerima,” tutup Ruslan.

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: