Biaya Pemakaman Pasien Covid-19 Capai Rp 1,8 Juta

Kepala DKK Sragen Hargiyanto. (Foto : Ist)

Sragen (wartajateng.id) – Hingga saat ini sebanyak 157 warga Sragen yang meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19). Sebagia besar pasien meninggal memiliki penyakit bawaan (Comorbit).

Seluruh pasien yang meninggal ini dimakamkan dengan menerapa protokol kesehatn dengan biaya sekali pemakaman sebesar Rp 1,8 juta.

Total anggaran yang telah dikeluarkan untuk pemulasaraan jenazah tersebut telah mencapai Rp282 juta.

Informasi yang dihimpun dari  Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, biaya pemakaman tersebut salah satunya digunakan untuk membayar honor petugas pemulasaraan jenazah.

BACA JUGA  Pangdam Siap Backup Polisi Amankan Jateng

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto menyampaikan dalam sekali pemakaman petugas mendapatkan honor Rp 300 ribu. Untuk sekali pemakaman dianggarkan maksimal Rp 1,8 juta untuk maksimal 6 petugas.

“Anggaran pemakaman dapat  diajukan pencairan ke DKK yang disertai surat tugas dan foto pemakaman. Baru kemudian bisa diklaimkan ke Dinas Kesehatan. Dalam sekali penguburan maksimal 6 orang sekali pemakaman. Yang jelas per petugas honornya Rp 300.000 sekali pemakaman,” jelasnya, Kamis (24/12/2020).

Menurut Hargiyanto, pemakaman pasien Covid-19 itu berasal dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) Covid-19.

BACA JUGA  Prakiraan Cuaca Jumat 26 Juni, Hujan Ringan di Pegunungan Tengah

Dikatakanya, pencairan tidak serta merta, karena harus melalui proses pengajuan. Termasuk menunggu pencairan klaim dari pemerintah.

“Protokol pemulasaran jenazah tidak hanya yang terkonfirmasi covid-19 saja. Langkah ini juga dilakukan bagi jenazah yang masih suspek covid-19. Sambil  menunggu hasil tes covid-19 keluar,” terangnya.

Disisi lainhingga Rabu (23/12/2020) petang, jumlah warga Sragen yang meninggal dan dimakamkan protokol covid-19 sudah mencapai 157 orang. Mereka terdiri dari 94 pasien positif dan 63 berstatus suspek. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: