28/11/2022

Wartajateng.id – Sore ini menjadi hari yang bersejarah bagi Sri Atun (64) warga Desa Kebumen Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Selain ia mendapat hadiah undian percepatan vaksinasi dari Pemerintah Kabupaten Batang berupa sepeda motor.

Rumahnya pun langsung dikunjungi oleh Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres AKBP M Irwan Susanto dan Komandan Kodim 0736  Batang Letkol Arh Yan Eka Putra.

Sepeda motor matic Honda beat baru itu pun sudah terpampang di teras depan rumah saat rombongan tiba di rumah Sri Atun  RT 07 RW 01 Desa Kebumen.

Ia yang hidup bersama anak dan cucunya merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai pembantu rumah tangga. Dari hasil merantau mencari nafkah di Malaysia, ia pun akhirnya dapat membeli tanah dan membangun rumahnya sehinga terlihat layak.

Namun usai pulang dari merantau kehidupan Sri Atun menggantungkan  anaknya yang menjadi buruh pabrik.

Alhamdulillah dapat rezeki sepeda motor dari Allah melalui Bapak Bupati, Kapolres dan Pak Dandim,” kata Sri Atun saat ditemui di Desa Kebumen, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang.

Ia pun tidak menyangka akan mendapatkan hadiah undian sepeda motor. Ia mengetahui informasi dari kepala desa yang datang ke rumahnya.

“Saya sangat kaget, siang hari kedatangan tamu kepala desa yang mengabarkan dapat undian sepeda motor. Padahal saya tidak mimpi apapun. Sepada motor sudah saya coba waktu mengambil di Puskesmas Tersono. Saya ikut naik bersama cucu bawa sepeda motor pulang ke rumah,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan, hadiah sepeda motor ini diinisiasi oleh Forkopimda sebagai program percepatan vaksinasi yang mendapat bantuan Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jateng, untuk periode 24 Desember 2021 hingga 3 Jamuari 2022.

Alhamdulilah undian kemarin Selasa (4/1/2022) yang mendapatkan adalah Sri Atun. Maka saya pingin cek kondisi rumah dan ekonominya. Kebetulan seorang janda serta mempunyai anak juga janda dan cucunya juga berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan undian sepeda motor yang didapatkan oleh Sri Atun merupakan rezeki dari Allah dengan cara ikut vaksin.

“Ini rezeki yang tidak terduga-duga. Disuntik “ora mbayar malah dapat sepeda motor”. Menurut saya adalah hadiahnya sangat pas, karena anaknya yang janda kerja di pabrik dan berangkatnya pun numpang sama temannya,” ujar dia.

Wihaji juga memastikan hadiah sepeda motor tidak dipungut biaya apapun. Karena pengurusan adminstrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun yang lain sudah ditanggung oleh Pemerintah.

Untuk percepatan vaksinasi yang tinggal 30 persen dari total sasaran terget 622 ribu orang, Pemkab Batang belum merencanakan program percepatan vaksinasi berhadiah lagi.

“Kita belum ada rencana vaksinasi berhadiah lagi, karena masih fokus melanjutkan vaksinasi dosis pertama dan kedua jalan sesuai rencana. Lalu, vaksin anak usia 6-11 tahun lagi kita kejar agar dalam waktu tiga minggu bisa selesai,” imbuhnya.

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *