Buruh di Semarang Aksi Jalan Kaki Menuju Jakarta Tolak Omnibuslaw

Zainuddin dan sejumlah elemen buruh melakukan aksi jalan kaki dari Semarang menuju Jakarta, Selasa (29/9/2020). (Foto : Ist)

Semarang (wartajateng.id) – Buruh di Semarang yang melakukan jalan kaki (long march) dari Semarang menuju Jakarta. Hal tersebut merupakan respon atas pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja untuk klaster ketenagakerjaan yang dilakukan Badan Legislasif DPR RI pada Jumat (25/9/2020).

Koordinator Aksi Long March Aulia Hakim mengatakan, buruh Semarang yang melakukan aksi jalan kaki adalah Ketua KSPI Jateng Zainuddin didampingi sejumlah kawan buruh lainya. Ia menyebut, aksi sudah dilakukan sejak hari Sabtu (26/9/2020).

“Alhamdulillah saat ini kondisinya masih baik-baik saja. Sekarang masih berjalan di sepanjang Pantura barat, keluar wilayah Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah,” ucap Aulia saat dihubungi melalui telepon, Selasa (29/9/2020).

Ia menerangkan, aksi yang dilakukan aktivis buruh Zainuddin tersebut untuk menuntut empat poin terkait kluster ketenagakerjaan dari RUU Omnibus Law yang saat ini sedang dibahas di baleg DPR RI untuk segera dicabut.

Pertama, materi klaster ketenagakerjaan yang mengatur soal perjanjian kerja waktu tertentu, upah, pesangon, hubungan kerja, PHK, jaminan sosial, dan penyelesaian hubungan industrial mesti berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Kedua, sanksi pidana ketenagakerjaan dikembalikan sesuai dengan ketentuan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Ketiga, aturan tentang hubungan ketenagakerjaan dimasukkan dalam RUU Cipta Kerja dan pembahasannya terbuka terhadap masukkan publik.

Keempat, serikat buruh meminta poin-poin materi yang disampaikan masuk dalam daftar inventarisasi masalah (DIM) fraksi.

“Atas dasar tersebut, aksi kali ini dalam rangkaian perlawanan buruh di Kota Semarang Jawa Tengah dan seluruh Indonesia dalam rangka penolakan terhadap Omnibus Law,” terangnya.

Ketua KSPI Jateng Zainudin mengatakan, seluruh Serikat Buruh yang ia temui sepanjang perjalanan mendukung penuh aksi yang ia lakukan.

“kawan-kawan saya mohon izin dan saya mohon doa restunya mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dari marabahaya berharap apa yang saya lakukan ini membuahkan hasil berjalan dengan lancar dan sebagaimana harapan kita semua,” ucapnya. (Majid-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: