Cafe New Normal, Tempat Diskusi Semua Persoalan

New Normal Cafe and Resto, selain tempat untuk menikmati aneka makanan dan minuman, Cafe ini juga dijadikan sebagai ajang untuk berdiskusi terhadap berbagai persoalan. (Foto : ist)

Karanganyar (wartajateng.id)
Ditengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan para pelaku usaha di Karanganyar untuk membuka dan memulai usaha bidang kuliner.

Para pelaku usaha bisnis kuliner ini menawarkan berbagai karakter, baik tempat ataupun menu masakannya, salah satunya adalah New Normal Cafe And Resto yang berada di jalan Gatot Subroto desa Gaum Kecamatan Tasikmadu, atau teatnya di sebelah utara Kolam renang Intanpari Karanganyar.

Pemilik New Normal Cafe And resto, Fermi Ferdianto, mengatakan, memang sengaja menawarkan tempat di sekitar areal persawahan namun dikemas sedemikian rupa sehingga tampak kenyamanannya ketika pengunjung datang ke lokasi ini.

Pengunjung akan merasakan suasana yang elegan dan juga sejuk, sambil menikmati pemandangan di alam terbuka.

Salah satu menu andalan cafe ini adalah kopi dalgona, nasi goreng serta aneka menu lain dengan haraga yang cukup terjangkau.

Menurut Fermi, rencana untuk membuka cafe sudah ada sejak awal tahun 2020 lalu. Namun karena keterbatasan waktu dan menyelesaikan sejumlah pekerjaan di luar kota, konsep yang telah direncanakan tertunda. Rencana pendirian Cafe tersebut terealisasi setelah terjadi pandemi Covid-19.

“ Akibat pandemi Covid-19, banyak kegiatan dan usaha yang tertunda. Akhirnya, saya melanjutkan rencana usaha yang tertunda ini. Untuk pertama kali, Cafe and Resto New Normal  ini dibuka pada tanggal 24 Juli 2020 oleh bapak wakil bupati. Saya meyakini bahwa, disaat pandemi, sejumlah sektor mengalami penurunan, namun disisi lain, ada sekktor usaha yang bangkit, ” terangnya.

Sedangkan untuk nama New Normal, Fermi mengungkapkan berawal ketika Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pengarahan kepada para pelaku UMKM. Saat itu, Fery menuturkan, bupati menyebut New Normal  merupakan semangat baru di tengah  pandemi Covid-19.

“ Saya kemudian berpikir, New normal adalah nama yang bagus. Akhirnya New Normal saya jadikan nama cafe ini,” ungkapnya.

Fermi mengakui, membuka usaha di sektor kuliner ini mengandung resiko kesehatan. Untuk itu, pihaknya tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat terhadap para pengunjung.

“ Ke depan, cafe ini akan saya kembangkan menjadi salah satu cafe yang tidak sekedar tempat ngobrol, namun sebagai ajang untuk tempat berdiskusi terhadap berbagai persoalan. Ini sudah kita awali saat bu Rina (mantan bupati Karanganyar) membuat acara blak-blakan serta ajang berkumpulnya sebuah organisasi kepemudaan di Karanganyar,” tandasnya. (Iwan-02)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: