Desa Denggungan Boyolali, Jadi Penyambung Tol Solo-Jogja dan Solo-Semarang.

Simpang susun Jalan Tol Solo-Semarang di Desa Denggungan Kecamatan Banyudono. (Foto : Ist)

Boyolali (wartajateng.id) – Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali bakal menjadi wilayah yang paling seksi.

“Sebab disanalah, pertemuan arus Jalan Tol Solo-Semarang dan Solo-Jogja terjadi,” kata Manager Administrasi PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN) Fatahillah kepada sejumlah wartawan, Minggu (16/8/2020).

Pihaknya mengungkapkan, interchange (IC) Kartasura Jalan Tol Solo-Semarang yang berada di Desa Denggungan bakal menyambungkan dua jalan tol. Yakni Solo-Semarang dengan Solo-Jogja.

Dimana, arus kendaraan dari arah Solo atau Semarang bisa langsung ke arah Jogja. Begitu juga sebaliknya, dari arah Jogja bisa langsung ke Solo atau Semarang.

“Nanti, Gerbang Tol Ngasem akan dipindah ke wilayah Banyudono,” jelas Fatahillah.

Gerbang tol tersebut akan ditutup. karena kemungkinan jalan Tol Solo-Jogja akan berada di atas jalan Nasional Solo-Semarang. Sebagai gantinya, pintu keluar masuk tol akan dipindahkan ke jalan wilayah Banyudono sebagai pintu keluar masuk Tol Solo-Jogja maupun Solo-Semarang.

“Jadi jalan nasional Solo-Semarang itu jadi Underpas. Jalan tolnya ada diatas. Kalau tidak ada perubahan desain,” kata Fatahillah.

Fatahillah menyebut, meski bakal menjadi penyambung jalan tol namun interchange Kartasura tetap mampu menampung kendaraan yang melintas. Sebab, saat pembangunan ruas Tol Solo-Semarang lalu, simpang susun ini dibangun masing-masing dua ruas jalan.

Sehingga kendaraan dari Solo- Jogja, Solo-Semarang, Semarang-Jogja dan sebaliknya masih bisa melintas dengan lancar.

“Simpang susun ini, mampu menampung kendaraan yang melintas. Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelasnya. (Tri-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: