28/11/2022

wartajateng.id – Berdasarkan penilaian dan rekomendasi dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah terkait pelaksanaan Program Sekolah Penggerak (PSP), Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat menerima kunjungan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (16/6/2022).

Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, Yuli Hariyanto mengungkapkan kehadirannya bersama rombongan pelaksana PSP angkatan I dan II Kabupaten/Kota untuk melaksanakan benchmarking atau praktik baik pengelolaan PSP di Kota Pekalongan. Ia menjelaskan alasan dengan menunjuk kota sebagai contoh pengimplentetasian PSP berdasarakn rekomensdai dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah karena salah satu kota di jawa tengah yang mampu melaksanakan pengelolaan PSP yang terbaik.

Yulianto sangat mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan oleh Dindik Kota Pekalongan dalam mengelola PSP, salah satu poin yang digaris bawah olehnya yaitu kolaborasi bersama dan dukungan dari pemerintah daerah (pemda).

“Salah satu point yang kami ambil adalah kolaborasi, bahwa PSP di kota Pekalongan tidak akan berhasil tanpa adanya kolaborasi bersama dan tanpa dukungan pemda, disini kami garis bawahi bahwa walikota, anggota dewan, organisasi profesi guru lainnya turut serta mendukung PSP,” terangnya.

Kunjungan diawali dengan audiensi terkait manajemen office PSP di aula Dindik kota Pekalongan dan dilanjutkan kunjungan untuk melihat praktik baik pada jenjang pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di SDN 01 Kradenan dan SMPN 14.

Lebih lanjut, ia berharap nantinya, pelaksana PSP di provinsi Kalsel dapat mengamati dan mengembangkan tentunya dengan disesuaikan dengan karakter daerah.

“Kami berharap menjadi contoh bagi pemda khususnya kami di provinsi Kalsel bisa kami adopsi dan tiru kemudian kami kembangkan dan sesuaikan karena secara karakteristik berbeda, tetapi apa yang bisa dijadikan praktik baik yang bisa diadopsi,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dindik Kota Pekalongan, Zainul Khakim menuturkan, terkait kebijakan merdeka belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), kota Pekalongan dinilai sudah on the tract dan banyak inovasi yang telah dihasilkan termasuk dalam rangka implementasi kurikulum merdeka dan pengimbasan pada PSP.

Zainul menambahkan sesuai arah kebijakan Kemendikbud Ristek di tahun 2024 diharapkan semua satuan pendidikan baik negeri maupun swasta di lingkungan Dinas Pendidikan kota Pekalongan sudah melakukan PSP sehingga pihaknya membentuk tim implementasi kurikulum merdeka (IKM).

“Kami membentuk, kami ajukan pengesahan melalui keputusan walikota terkait dengan Tim IKM secara mandiri, hingga nanti kami sudah mengadakan rapat dan kami sudah menyusun program kerja yang nanti akan coba wujudkan melalui tahapan yang harapannya di tahun 2024 semua sekolah baik negeri maupun swasta yang ada di lingkungan kota Pekalongan sudah melaksanakan PSP,” katanya.

 

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *