Dua Orang Meninggal Setelah Gelar Pernikahan, Ini Penyebabnya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam saat diwawancara dengan wartawan, Senin (22/6/2020). (Foto : wartajateng)

Semarang (wartajateng.id) – Pesta pernikahan berujung duka. Bagaimana tidak, dua orang meninggal akibat virus corona (Covid-19) setelah satu keluarga menyelenggarakan pesta pernikahan di Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan, pesta pernikahan dilaksanakan pada 16 Juni 2020. Namun, pesta pernikahan tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Dia menjelaskan, acara pernikahan di Kawasan Tambakrejo tepatnya di rumah mempelai perempuan. Kebetulan rumah mempelai perempuan dekat dengan masjid.

“Awal mula adik mempelai perempuan mengeluh sakit, demam dan sesak nafas. Kemudian dibawa ke rumah sakit. Di sana setelah di cek ternyata positif terpapar Covid-19. Ternyata menular ke ibu dan ayahnya,” kata Hakam kepada wartawan, Senin (22/6/2020).

BACA JUGA  Wabah Virus Corona Mulai Dapat Dikendalikan

Hakam memaparkan, adik perempuan pengantin tersebut meninggal dunia, kemudian disusul oleh ibunya. Dalam satu keluarga 3 anak dinyatakan positif Covid-19.

Pihaknya kemudian melakukan pelacakan kepada 10 sampling dengan dilakukan rapid test. Dari 10 sampel tersebut didapat 3 orang reaktif.

“Saya kurang mantab karena baru temukan satu orang. Kemudian saya lakukan swab test, akhirnya ketemu 3 orang yang positif. Kita lacak lagi ketemu satu dan satu lagi. Kita sudah lakukan swab ketiga kepada yang positif,” katanya.

Dia menerangkan, hanya 3 orang yang bergejala di kasus awal. Kemudian orang yang positif lainnya tidak bergejala sehingga dilakukan karantina mandiri dan diberi obat. (Naz-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: