Dukung Universitas Riset, Undip Kembangkan Instrumen Psikologis Peneliti

Logo Perguruan Tinggi Universitas Diponegoro (Undip).

Semarang (wartajateng.id) – Guna mendukung percepatan terwujudnya Universitas Diponegoro (Undip) sebagai universitas riset kelas dunia, Faklultas Psikologi Undip mengembangkan instrument psikologis bagi para peneliti.

Dekan Fakultas Psikologi Undip yang juga Ketua Tim Pengembangan Instrumen Psikologi Peneliti,Dian Ratna Sawitri mengatakan, pengembangan instrumen psikologis diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh lingkungan organisasi memungkinkan para peneliti melakukan aktivitasnya.

“Pengaruh lingkungan organisasi memiliki pengaruh yang signifikan, karena itu perlu kita teliti hal-hal apa saja yang bisa dipenuhi, apa yang belum optimal dan apa yang sudah ideal dan perlu dipertahankan,” katanya melalui rilisnya, Selasa (27/10/2020).

Tim beranggotakan Dian Ratna Sawitri, Harlina Nurtjahjanti dan Anggun Resdasari Prastyo. Selain itu, juga didukung guru besar dari Griffith University Australia, Profesor Peter Creed.

“Ada dua output yang ditargetkan bisa diraih, yakni identifikasi terhadap lingkungan organisasi dalam mendukung riset dan inovasi, serta mencari instrument yang relevan untuk diterapkan,” kata Sawitri.

Dengan penelitian ini, lanjut Sawitri, bisa diketahui apakah lingkungan kerja memberikan dukungan untuk atau tidak.

Sawitri menambahkan, dari data yang ada, untuk sementara diperoleh gambaran, di Undip dukungan lingkungan organisasi terhadap kegiatan riset sudah bagus.

“Yang perlu dikuatkan adalah pemerataan role model peneliti di setiap fakultas dan di level departemen,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini harus dipahami karena konsepsi world class university dinilai dari keseluruhan elemen yang ada di universitas.

Lebih lanjut, Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama, menegaskan dukungan Universitas Diponegoro terhadap kegiatan riset terus ditingkatkan.

“Dari internal saja dana penelitian dari sumber PNBP ditingkatkan dari Rp 13 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 16 miliar untuk tahun 2020. Sedangkan dana penelitian dari Kementerian naik dari Rp 19 miliar (2019) menjadi Rp 39 miliar untuk tahun 2020,” terangnya.

Prof Yos juga menjelaskan, keberhasilan kegiatan penelitian salah satunya dilihat dari jumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi, yang juga digunakan oleh pemeringkatan di tingkat internasional. (Zaidi-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: