28/11/2022

Wartajateng.id – Di era otonomi daerah yang sekarang ini, Pemerintah daerah mendapatkan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk memantau dan mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

Sumber-sumber penerimaan daerah yang potensial harus digali secara maksimal, namun tetap dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk didalamnya adalah retribusi pasar yang merupakan salah satu unsur penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup potensial.

 

Ibu Dra. SUSPRIYANTI,M.M. selaku  Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal menyampaikan “Selama ini pelaksanaan pemungutan dan penyetoran retribusi pasar masih menggunakan sistem konvensional yaitu melaksanakan pemungutan langsung kepada pedagang pasar yang dilakukan oleh petugas pemungut, sehingga kurang efisien dan efektif. Selain itu kontrol terhadap target pendapatan tidak dapat dimonitor secara langsung, bahkan dapat terjadi kebocoran dalam pemenuhan target pendapatan retribusi”.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka inovasi dalam proyek perubahan yang akan kami angkat adalah bagaimana pemenuhan target retribusi pasar agar dapat terealisasi sehingga akan berdampak positif terhadap pendapatan asli daerah dengan melakukan intensifikasi pemungutan dan penyetoran retribusi pasar dengan penerapan e-retribusi pasar dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)” tambah Kepala Dindakop UKM Kabupaten Tegal. e-retribusi merupakan salah satu inovasi dari  Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM dibidang pelayanan masyarakat khususnya penarikan retribusi pasar.

e-retribusi Pasar adalah suatu sistem aplikasi manajemen pengelolaan dan pembayaran retribusi pelayanan pasar rakyat secara elektronik  di Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM kabupaten tegal, dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan pihak perbankan yaitu Bank Jateng juga dengan pihak pengembang Aplikasi.

 

Beliau mengungkapkan ada beberapa alasan kenapa Pemerintah Daerah menerapkan e-retribusi yaitu :

  1. Perkembangan teknologi dan transaksi elektronik.
  2. Konektivitas antara perbankan / sumber modal dengan pedagang / sebagai nasabah.
  3. Tuntutan akan kemudahan pedagang dalam pembayaran retribusi.
  4. Pelaporan data transaksi yang akuntabel dan realtime incoming report.
  5. Kemudahan akses lewat media alektronik.

 

Sedangkan maksud dan tujuannya diterapkannya e-retribusi adalah :

  1. Menyelenggarakan tertib administrasi pengelolaan retribusi dengan cara pungutan dan pembayaran retribusi secara elektronik.
  2. Meningkatkan kepercayaan pedagang kepada pemerintah Kabupaten Tegal dalam bidang pelayanan.
  3. Efisiensi pengelolaan retribusi pelayanan pasar
  4. Membudayakan menabung untuk pedagang
  5. Membangun kesadaran pedagang untuk bertanggungjawab terhadap kewajiban.

 

Dalam penerapan e-retribusi tersebut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM(DindaKop UKM) menyebutkan beberapa manfaat dari penerapan e-retribusi yakni:

  1. Juru pungut tidak lagi membawa uang tunai hasil pungutan
  2. Data pembayaran langsung masuk ke database aplikasi
  3. Laporan sesuai data yang masuk pada bank pengampu
  4. Mempermudah pengawasan
  5. Mempermudah palayanan
  6. Meminimalisir resiko keuangan/mengurangi kebocoran pungutan
  7. Menyajikan laporan yang transparan, cepat, tepat dan
  8. Akuntabel karena tercatat by system.

 

 

Pada tahun 2020 Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal telah melauching e- retribusi dan menerapkannua  di pasar tradisional pepedan kecamatan dukuh turi dan di tahun 2021 penerapan e-retribusi dilakukan di pasar tradisional Bojong Kecamatan Bojong  yang dilaunching langsung oleh Bupati Tegal”. kata Ibu Dra. Suspriyanti, MM.

 

Adapun data dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DinKop UKM) Kota Tegal pasar tradisional dan pedagang yang sudah memakai e-retribusi sebagai berikut :

No Nama Pasar tradisional Tahun Jumlah pedagang
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pasar Pepedan

Pasar Kupu

Pasar Kemantran

Pasar Kedungsukun

Pasar Pangkah

Pasar Lebaksiu

Pasar Bojong

 

2020

2020

2021

2021

2021

2021

2021

 

 

767

87

543

179

320

456

465

 

 

Dari data pasar tradisional diatas yang sudah menerapkan e-retribusi Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Tegal mentargetkan untuk kedepannya pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Tegal akan diterapkan e-retribusi.

Dilihat dari segi cara dalam penarikan Ibu Dra. Suspriyanti,MM menyebutkan beberapa perbedaan antara penarikan konvensional dan e-retribusi yakni :

Masalah utama dalam pengelolaan pendapatan pasar disebabkan karena pemungutan dan penyetoran retribusi pelayanan pasar masih dilakukan oleh petugas pemungut retribusi sehingga kurang efisien dan efektif dikarenakan :

  1. Juru pungut merekap kebutuhan karcis retribusi pasar.
  2. Juru pungut menarik retribusi pasar
  3. Juru pungut menghitung hasil pungutan retribusi pasar
  4. Juru pungut merekap hasil pungut retribusi pasar
  5. Juru pungut menyerahkan hasil pungut retribusi pasar kepada bendahara penerimaan
  6. Bendahara penerimaan menyetorkan hasil retribusi ke bank kas daerah
  7. Bendahara penerimaan merekap pembukuan hasil retribusi

 

Sedangkan dalam penarikan melalui e-retribusi :

  1. Juru pungut menyiapakan alat M-POS dan Kertas Thermal/Struk
  2. Juru pungut menarik retribusi pasar dengan alat M-POS
  3. Uang hasil penarikan langsung masuk ke rekening penampungan
  4. Juru pungut mencetak hasil pungutan retribusi pasar dari aplikasi
  5. Dari rekening penampungan langsung ke rekening kas daerah
  6. Bendahara penerimaan mencetak hasil pungutan retribusi dari aplikasi

 

Beliau menambahkan Dalam masa yang akan mendatang kami  Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam penerapan e-retribusi seperti :

  • Mengubah mindset pedagang untuk melakukan transaksi elektronik melalui pembayaran e-Retribusi
  • Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)/tenaga IT
  • Pengembangan system aplikasi e-Retribusi guna memenuhi standar pengelolaan / pemeriksaan keuangan daerah oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK-RI)

 

Dari evaluasi yang sudah kami Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Tegal lakukan terdapat berbagai kendala dalam penerapan e-retribusi antara lain :

  • Sinyal dari jaringan provieder yang tidak stabil dan lemah
  • Kelebihan bayar, pada saat melakukan tapping/penarikan tidak terbaca oleh alat MPOS sehingga dilakukan tapping lagi (dua kali tapping)
  • Saat tidak melakukan pembayaran diakumulasi sehingga saat ada saldo tapi ridak sesuai dengan data system,  sehingga ada tunggakan.

 

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *