Ekonom Sebut Nilai Remitansi Pekerja Migran Alami Penurunan

Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) Wahyu Widodo. (Foto : dok)

Semarang (wartajateng.id) – Ekonom sebut nilai remitansi (transfer uang pekerja migran) di Jawa Tengah Pada kuartal II tahun 2020 mengalami penurunan.

Hal tersebut sejalan dengan banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia karena virus corona (Covid-19). Juga tertundanya penempatan PMI karena masalah yang sama.

“Data pastinya belum keluar, tetapi berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), nilai remitansi kuartal II 2020 diperkirakan menurun,” kata Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) Wahyu Widodo, saat dihubungi melalui telepon, Senin (14/9/2020).

Wahyu menerangkan, kondisi tersebut sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi di Jateng. Menurutnya, Jateng merupakan salah satu provinsi penyumbang jumlah PMI terbesar di Indonesia.

“Ini berdampak lebih lanjut ke perekonomian Jawa Tengah, mengingat Jateng salah satu provinsi penyumbang PMI terbesar. Ditambah lagi sebagian besar negara tujuan utama PMI sudah mengalami Resesi. Misal: Malaysia, Taiwan, Singapura dan sebagian Timur Tengah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak terbesar dirasakan oleh rumah tangga (RT) yang selama ini mendapat transfer dari PMI. Sekaligus berdampak pada kemungkinan naiknya angka kemiskinan di Jateng.

“Jelas, dampak terbesar dirasakan adalah rumah tangga yang bergantung pada transfer pekerja migran. Itu menyebabkan daya beli mereka turun,” tambahnya.

Lanjutnya, hingga kuartal IV 2020 masih akan sama kondisinya. Atau bahkan lebih buruk. Wahyu menyebut belum ada tanda-tanda perekonomian negara tujuan PMI akan pulih pada kuartal ke IV atau sampai akhir tahun. (Majid-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: