Eksotisme Teluk Kupang Harus Dijaga

Sekumpulan burung Pelikan sedang singgah di Teluk Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ist)


Semarang (wartajateng.id) – Keindahan alam di bagian timur Indonesia selalu memesona. Kawasan Teluk Kupang salah satunya.

Perpaduan panorama air laut biru gradasi dengan pulau-pulau kecil yang menyembul di atasnya, terumbu karang, padang lamun, serta hamparan pasir putih dan hijau mangrove di pesisirnya, sangat memukau. 

Terletak di ujung barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Teluk Kupang menghadirkan beragam hamparan ekosistem lahan basah yang produktif. Mulai dari ekosistem pantai, hutan mangrove, hamparan lumpur (mudflat), rawa rumput musiman, estuaria, tambak, hingga persawahan. 

Hal tersebut menjadikan kawasan ini sebagai rumah bagi puluhan jenis burung air, baik endemik maupun migran, termasuk habitat bagi burung-burung terestrial. Karenanya, Teluk Kupang mempunyai nilai penting yang menopang keanekaragaman hayati kawasan, serta penting secara internasional. 

Namun demikian, keberadaan ekosistem Teluk Kupang juga menghadapi ancaman kelestarian. Sebagai kawasan pesisir Kota Kupang yang terus berkembang pesat dengan berbagai aktivitas pembangunan dan wisata, ancaman pada penurunan kualitas lingkungan juga dirasakan.

Meningkatnya deposit sampah di kawasan pesisir, penebangan hutan mangrove, dan perburuan satwa liar, adalah di antaranya. 

Menyadari ancaman tersebut, Penulis Buku Arti Penting Ekosistem Teluk Kupang Oki mengharapkan kehadiran buku ini dapat menggugah hati dan pikiran berbagai pihak untuk lebih mengenal, mempelajari, serta meningkatkan kecintaan dan kepedulian akan arti penting ekosistem Teluk Kupang.

“Dengan demikian, berharap pula akan diikuti semangat untuk berupaya dan beraksi nyata untuk menjaga keberlanjutan keberadaan, fungsi dan peran ekosistem serta keanekaragaman hayati kawasan tersebut,” ujar dalam laman resmi KLHK dikutip Senin (24/8/2020).

Termasuk membangun semangat konservasi lintas generasi yang akan berkontribusi pada kelestarian alam Indonesia di masa depan.  (Naz-02)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: