Empat Siswa MI Darul Ulum Semarang Raih Penghargaan

Empat siswi MI Darul Ulum Kota Semarang mendapat penghargaan dari Kemenag. (Foto: dok)

Semarang (wartajateng.id) – Empat siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang memperoleh penghargaan dari Kementerian Agama kota Semarang di sela Apel, Senin (21/9/2020) pagi.

Mereka dianugerahi siswa berprestasi di berbagai ajang perlombaan tingkat nasional.

Mereka adalah Aiskha Nabila Farera, Ladya Ma’wa, Maria Mabda el-rahma, dan Alisha Khairany Regan yang berhasil membawa pulang medali kemenangan dari berbagai macam cabang kompetisi seperti kompetisi sains dan mapel online.

“Konsep Kemenag itu adalah terutama yang disampaikan oleh Kemenag RI yaitu satu ‘Hebat Bermartabat’. Artinya tidak memandang madrasah itu negeri atau swasta. Yang intinya bahwa madrasah sudah saatnya untuk terus menunjukkan prestasi yang terbaik meski selama ini madrasah masih dipandang sebelah mata,” kata Kasi Madrasah Kemenag kota Semarang, Fathuronhji dalam sambutan apel.

Pengawas MI Kecamatan Ngaliyan, Mafruhatun mengaku, bangga atas prestasi siswa-siswi madrasah yang berada di wilayah pengawasannya.

“Pastinya seneng luar biasa ada siswa yang khususnya di MI Darul Ulum, yang kebetulan itu adalah MI binaan saya. Alhamdulillah dapat prestasi dan itu terlebih tingkat nasional ya luar biasa. Pasti bangga dan sangat-sangat puas. Ya ini kerja sama yang baik dari guru-guru, orang tua siswa, terlebih dari anak-anak yang memang aktif ya,” ujarnya.

Kepala Madrasah MI Darul Ulum, Nurul Qomariyah mengatakan, apa yang diraih anak didiknya adalah kebanggaan tersendiri bagi madrasah yang harus terus disupport.

“Alhamdulillah. Prestasi ini akan harus dan terus ditingkatkan lagi dan lagi,” ujarnya.

Sementara Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, Drs Muhdi, M.Ag, berterimakasih dan memberikan apresiasi sebanyak-banyaknya, khususnya kepada MI Darul Ulum, yang telah menorehkan berbagai prestasi hingga level nasional.

“Saya juga merasa terkesima, wong ini namanya tingkat madrasah aja kok sudah bisa Bahasa Inggris. Kami berikan apresiasi dan kami dorong terus, mudah-mudahan ke depan MI Darul Ulum bisa memberikan satu pioneer bagi madrasah-madrasah di kota Semarang dan Jateng pada umumnya,” terangnya

Mengenai masa pembelajaran di masa pandemi, Drs Muhdi mengatakan, sudah diatur oleh pihak Dirjen Pendis tentang kurikulum darurat pada masa pandemi.

“Masa pandemi ini yang terasingkan bukan dari kuantitatif, tapi dari kualitatif, jadi meskipun kecil sedikit tapi bener-bener memahami,” ungkapnya.

Dari Kemenag Kota Semarang dalam mengatasi masalah pandemi ini berupa kuota untuk kelancaran belajar daring. Dan dari Kemenag memohon kepada pengawas dan Kasi untuk bisa dipertahankan kualitasnya.

“Kami ada piagam penghargaan dan juga sertifikat dari Kemenag akan kami upayakan uang pembinaan,” jelas Muhdi. (Zaidi-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: