Epidemiolog: Pentingnya Jaga Imunitas Tubuh Saat Cuaca Ekstrem

Dosen Epidemiologi dan Penyakit Tropik Universitas Diponegoro Semarang, dr. Ari Udijono. (Foto: dok)

Semarang (wartajateng.id) – Kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu berpotensi membuat imunitas tubuh menurun sehingga mudah terkena penyakit. Ditambah lagi, pandemi Covid-19 yang masih menghantui melanda dunia tak terkecuali Indonesia.

Meskipun cuaca ekstrem tidak berhubungan langsung dengan penularan penyakit, tapi imunitas tubuh sangat berkaitan dengan kekebalan seseorang dalam menangkis serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri ataupun virus.

Dosen Epidemiologi dan Penyakit Tropik Universitas Diponegoro Semarang, dr Ari Udijono menyampaikan, bahwa imunitas tubuh seseorang naik dan turun. Ia menyesuaikan kondisi internal dan kondisi eksternalnya. Menurutnya, imunitas tubuh ibarat tameng yang melindungi seseorang dari serangan penyakit.

BACA JUGA  Siapkan Kuota, Hendi Minta Proses Belajar Lewat Online Dulu

Ia menyebut, faktor internal yang mempengaruhi imunitas tubuh adalah pikiran seseorang itu sendiri. Pikiran seseorang yang dihantui kegelisahan dan tidak memberi ruang untuk berpikir positif akan berakibat pada menurunnya imunitas tubuh.

“Paling gampang contohnya adalah mereka yang terdampak bencana banjir. Pikiran mereka pasti mengarah pada rumah mereka yang kebanjiran. Nah pada tahapan ini, pikiran harus dijaga agar terus positif. Jangan terlalu dipikir apalagi berpikir aneh-aneh. Nanti gampang depresi,” ucapnya, Senin (1/3/2021).

Sementara faktor eksternal yang mempengaruhi imunitas tubuh adalah cuaca dan pola mobilitas. Ia mengatakan, cuaca ekstrem berpengaruh pada tingkat imunitas tubuh seseorang.

BACA JUGA  Enggan Komentari Hasil Survei, Ganjar: Tak Ngurus Mudik Wae

“Jika seseorang sudah kerja seharian, capek, ditambah dengan pikiran berat, lalu kehujanan, otomatis imunnya pasti menurun. Tapi kalau pikirannya positif, daya tahan tubuhnya bagus, kena hujan asal tidak sering tidak masalah,” imbuhnya.

Kendatipun demikian, imunitas tubuh yang baik belum tentu dapat menahan semua serangan penyakit. Maka dari itu, ia berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

“Daya tahan tubuh seseorang itu memiliki batasan. Anggaplah imunitas tubuh kita seribu, lalu dihantam sama virus yang jumlahnya sejuta. Pasti imunitas kita menjadi lemah,” ungkapnya.

BACA JUGA  KKN UIN Walisongo Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan

Ia juga menekankan, imunitas tubuh merupakan tameng terpenting dalam kondisi pandemi dan cuaca ekstrem. Ia menyarankan kepada masyarakat untuk tetap menjaga imunitas tubuh di tengah cuaca tak menentu seperti sekarang ini. (Majid-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: