Erni Suharini Jadi Guru Besar Unnes

Pengukuhan Prof. Erni Suharini sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Geografi Unnes (Foto : Dok Humas Unnes).

Semarang (wartajateng.id) – Literasi kebencanaan disebut perlu dilakukan sebagai langkah untuk menanggulangi bencana yang terjadi di Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang memiliki ancaman bencana sangat tinggi seperti banjir.

Literasi kebencanaan berperan penting dalam membangun sensitivitas dalam menilai kompleksitas pengetahuan dan kondisi lingkungan sekitar. Pada era digital dan industri 4.0 saat ini, merupakan momentum yang tepat dalam mengembangkan literasi literasi kebencanaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Erni Suharini dalam pengukuhan menjadi Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Geografi Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan orang ilmiah berjudul “Membangun Masyarakat Tangguh Bencana Banjir Melalui Literasi dan Partisipasi Aktif Generasi Milenial”.

BACA JUGA  Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Milka: Untuk Mengenang Jasa Pahlawan

Prof Erni mengatakan, bencana banjir di Indonesia terjadi secara fluktuatif. Namun tingkat intensitas tergolong tinggi selama 10 tahun terakhir.

“Berdasarkan dokumentasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kurang-lebih telah terjadi 7.574 kali bencana banjir di Indonesia selama periode 2011 hingga September 2020,” ucapnya saat dikukuhkan menjadi Guru Besar di Unnes, Kamis (25/2/2021).

Dia mengatakan, masyarakat masih lemah dalam menghadapi bencana banjir. Hal tersebut disebabkan karena rendahnya pendidikan. Selain itu belum matangnya emosi dan pola pikir menggunakan informasi ilmiah.

“Oleh sebab itu, keberhasilan transformasi perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih tangguh menghadapi bencana melalui perangkat komunikasi dan peningkatan pengetahuan ilmiah penting dilakukan,” ucapnya.

BACA JUGA  Menaker: Ingatkan PMI Sebelum Berangkat Kerja ke Luar Negeri

Ia mengatakan, kelompok yang berperan strategis dalam membangun masyarakat tangguh bencana adalah kelompok milenial. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi milenial di Kota Semarang yang terdampak banjir memiliki kepekaan dalam kegiatan rehabilitasi lingkungan dan perbaikan penanganan bencana yang telah dilakukan.

“Partisipasi aktif di kalangan generasi milenial untuk membangun masyarakat tangguh bencana yaitu dengan cara menjadikan literasi kebencanaan sebagai salah satu gerakan literasi nasional di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof. Dr. Fathur Rokhman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bagi Universitas Negeri Semarang, hadirnya profesor dapat terus meningkatkan kapasitas institusi sehingga visi sebagai universitas konservasi dan bereputasi internasional akan lebih mudah diwujudkan.

BACA JUGA  Resmi! Mayjen TNI Rudianto Pimpin Kodam lV/Diponegoro

“Para profesor diharapkan berperan menjadi lokomotif yang menggerakkan kemajuan akademik Unnes melalui karya pemikiran, penelitian dan inovasi,” ucapnya.

Dengan karya inovatifnya, para profesor juga harus menjadi obor yang menjaga semangat keilmuan para mahasiswa, rekan kerja dan terus menyala sehingga mereka menjadi pribadi yang mencintai ilmu pengetahuan. (Majid-05).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: