Fokus di Pembelajaran Film, SCP Kendal Lakukan Tur Enam Kota

Suasana nobar saat tur SCP di tempat Koruki di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Demak. (Foto : Devan)

Demak (wartajateng.id) – Silent Candle Production (SCP) lakukan tur ke enam kota, Demak menjadi tujuan ke lima dalam perjalanannya, Sabtu (20/2/2021) malam.

Salah satu founder dan Ketua di SCP Oman Jingan mengatakan, tur ini ada dikarenakan keinginannya untuk belajar tentang pembuatan film di kota-kota lain.

Tur ini sudah mereka mulai semenjak hari Selasa (16/2/2021) dan akan diakhiri hari Minggu (21/2/2021) hari ini di Kendal.

“Kemarin kami sudah ke Salatiga, Temanggung, Kudus, Semarang, dan hari ini ke Demak kemudian besok ke Kendal, sebenarnya kami juga mau ke Jogja tapi karena ada satu dan lain hal tidak jadi,” ujar Oman, Sabtu (20/2/2021) malam.

BACA JUGA  Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari Resmi Jabat Pangdam IV/Diponegoro

Dalam turnya, SCP akan menyuguhkan karya hasil produksi mereka dan setelah itu dilakukan diskusi untuk evaluasi ke depannya. Acara di kota-kota ini mengundang komunitas film lain, pecinta seni, dan juga masyarakat biasa.

Pada saat tur di Demak, SCP bekerjasama dengan Komunitas Rumah Kita (Koruki) yang beralamatkan di Dukuh Gebyok, Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah sehingga bisa dilaksanakan nonton bareng (nobar) di sana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ada tiga film yang diputar saat tur di Demak. Antara lain dengan judul Sir, Andini, dan Sengkala. Di samping nobar, video yang ditayangkan saat itu juga disiarkan melalui live Instagram milik Koruki.

BACA JUGA  34.300 Pekerja Migran Indonesia Pulang Kampung Mei-Juni

“Film Andini sudah menang di beberapa festival. Juara 1 SMOC-3 Short movie di Upgris, juara 2 Smanda Night Festival 2019, nominasi Good Movie 2019, juara pemeran terbaik di Light Art Film Festival Sukabumi 2019, nominasi Festival Film Jateng 2019, dan finalis Cinema Air Tahun Teater Besar ISI 2019, dan the Official Selection Festival Cinema Psychology tahun 2020,” papar Oman.

Dirinya mengungkapkan rasa syukurnya atas tur yang berhasil ia lakukan hingga hari ini.

“Banyak ilmu banget ketika kaya gini, tur gini. Selama seminggu ini saya merasa ada perubahan dari saya sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA  Ormas Tegal, Termasuk Emak-emak Menolak RUU HIP

Founder Koruki Kusfitria Marstyasih yang akrab disapa Pipit mengharapkan kelancaran proses tur dari SCP. Dirinya berpesan agar generasi muda untuk tetap berkreativitas.

“Saya salut karena SCP walaupun pandemi tapi masih berkarya,” ujarnya.

Pipit mengatakan, sejak awal Koruki terbentuk sudah berkomitmen agar bisa menjadi fasilitator bibit unggul tidak hanya di Demak.

“Koruki memakai hati dalam menyambut. Dalam berkarya kita semua pakai hati, tidak pakai kalkulasi,” jelas Pipit.

Untuk tambahan informasi SCP adalah sebuah production house (PH) yang ada di Kendal yang berfokus di pembelajaran film. (Devan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: