Gus Tanto: Tekun Belajar Salah Satu Merawat Kemerdekaan

Pimpinan Pondok Pesantren Istighfar Perbalan Semarang Gus Tanto memimpin doa dalam acara mujahadahan setiap malam Kamis. (Foto: dok)

Semarang (wartajateng.id) – Masih dalam Peringatan Hari Kemerdekaan, Gus Tanto Pengasuh Pondok Pesantren Istighfar Perbalan Semarang mengajak generasi muda untuk tekun belajar.

Jangan sampai kemerdekaan yang telah diperoleh kemudian dijajah oleh waktu. Artinya sebagai generasi penerus bangsa jangan malas belajar dan mudah putus asa dalam memperjuangkan cita-cita demi kemajuan bangsa.

“Sebagai generasi penerus bangsa harus bisa menjaga dan merawat kemerdekaan. Salah satunya dengan tekun belajar demi mencapai kemajuan bangsa. Jadi ketekunan tidak mengenal lelah maupun bosan,” ujar kiai usai melaksanakan Mujahadah rutinan setiap malam Kamis di Ponpes Istighfar Perbalan Semarang, Kamis (20/8/2020) malam.

Menurutnya, ketekunan merupakan kunci kesuksesan. Sebab orang yang tekun akan selalu fokus dalam menyelesaikan suatu tujuan. Ibarat kedua mata yang biasa digunakan untuk memandang. Saat melihat, kedua mata akan fokus pada arah tujuan pandang. Jadi apabila seseorang benar-benar menekuni sesuai bidang maupun bakatnya, maka akan berkembang dan sukses.

“Misalnya dalam bidang teknologi menekuni otomotif. Jika bidang otomotif ini benar-benar ditekuni dan memahami berbagai komponen dalam mesin secara detail, pada akhirnya akan bisa menciptakan mesin dengan berbagai merek,” imbuh kiai yang kemana pun tak pernah mengenakan alas kaki itu.

Lantas fenomena yang terjadi banyak orang mengeluhkan mengapa sudah bekerja keras, namun belum juga sukses?. Menurut Gus Tanto, orang yang gagal tersebut kurang dalam memahami dan membaca dirinya sendiri.

Seharusnya cara pandang seorang pejuang jangan mengutamakan hasil maupun suksesnya terlebih dahulu. Namun yang terpenting mempelajari prosesnya terlebih dahulu. Sebab proses tidak akan mengecewakan hasil.

“Jika ada orang yang sudah bekerja keras tapi gagal, maka yang dipertanyakan bagaimana orang tersebut melalui prosesnya. Sebab proses yang baik hasilnya juga akan baik,” terangnya.

Adapun proses yang baik dimulai dari memperbaiki diri sendiri, cara berfikir, rajin, teliti, tanggungjawab dan selalu disiplin. Jika sudah sesuai dengan prosedur yang ditekuni dan melalui proses yang baik, maka tidak ada yang namanya kegagalan.

“Proses yang baik tidak akan mengecewakan hasil. Sebagai generasi penerus bangsa teruslah berjuang demi kemajuan bangsa sampai titik penghabisan. Jangan mudah putus asa, karena putus asa adalah bentuk kebodohan,” ungkapnya.

Kiai berambut panjang dan suka mengenakan pakaian serba hitam itu mengimbuhkan, bahwa Allah SWT tidak akan merubah nasib seseorang, jika seseorang itu tidak mau berubah. Maka dari itu, cita-cita akan terwujud jika ada kemauan atau niat.

Kemudian niat tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh dengan ketekunan tanpa mengenal lelah maupun putus asa.

Pada nuansa peringatan kemerdekaan ini setiap orang bisa menjadi pahlawan. Namun hal yang penting bisa menjadi pahlawan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, bangsa dan negara sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Itulah ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah tanpa pamrih yang dilaksanakan atas kebenaran, penuh kejujuran dan ketulusan tanpa tedensi apapun. Hal itu dilakukan demi menjaga dan merawat kemerdekaan,” terangnya. (Ody-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: