Hadapi Covid-19, Dindikbud Demak Luncurkan Sistem Blanded Learning

Kabid Pembina SD dan SMP Dindikbud Demak Ridwan, saat ditemui di Kantornya. (Foto: Zaidi)

Demak (wartajateng.id) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak melakukan beberapa terobosan dalam menyikapi proses belajar mengajar di jenjang SD dan SMP, salah satunya yakni melalui sistem Blanded Learning.

Kepala Bidang Pembina SD dan SMP Ridwan, menceritakan proses awal sebelum terbentuknya Blanded Learning atau pembelajaran campuran antara tatap muka dan daring.

Kabupaten Demak mulai proses awal dari bulan Maret hingga September Berdasarkan SKPK Menteri bahwa pendidikan di Kabupaten Demak pembelajaran di masa pandemi diperlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dimana guru dan siswa tidak libur.

“Setelah kita evaluasi PJJ ini belum secara optimal dilakukan, ada masukan keresahan-keresahan siswa maupun orang tua ini merasa bosan,” katanya Senin (09/11/2020).

Selain itu juga pertimbangan materi, karena semua orang tua tak menguasai materi yang disampaikan oleh guru.

“Dari pertimbangan tersebut, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Demak ada beberapa terobosan yang dilakukan, salah satunya adalah simulasi tatap muka,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Karanganyar Optimis PJJ Melalui Siaran Radio Diterima Siswa

Pembelajaran tatap muka, lanjut Ridwan, dimana supaya anak kelas 8 dan 9 fresh lagi berjumpa dengan guru maupun teman-temannya di sekolah.

“Untuk kelas 7 SMP dengan pertimbangan bisa mengenal lingkungan sekolah dan teman serta gurunya,” katanya.

Setelah dilakukan langkah-langkah tersebut, pihaknya mengevaluasi dan mengkaji kembali yang menghasilkan simulasi PJJ ulang dengan memanfaatkan bantuan kuota internet dari Kementerian.

Namun PJJ tersebut menjadi pertimbangan kembali antara optimal dan tidaknya, sebab wilayah kabupaten Demak tidak sepenuhnya terjangkau oleh jaringan internet.

“Baru kemudian pada tahap ini setelah beberapa pertimbangan diadakan pembelajaran sistem kombinasi, yakni tatap muka dan daring yang disebut Blanded Learning,” ucapnya.

Dijelaskannya, Blanded Learning pada pembelajaran tatap muka dengan sistem shift, yakni tidak semua siswa berangkat. Dicontohkan, misal untuk kelas gemuk satu kelas terdiri dari 30 siswa maka yang masuk absensi dari angka 1 hingga 15, kemudian sisanya melakukan pembelajaran daring dari rumah.

Namun, sebelum adanya pembelajaran tatap muka pihak sekolah melakukan persiapan-persiapan. Antara lain, membentuk Satgas Covid, persiapan Sarpras protokol Covid dan izin orang tua dimana izin orang tua ini menjadi andil pertama kali.

BACA JUGA  Danrem Kunjungan ke Ponpes, Ini Pesannya

“Kalau orang tua tidak memberi izin, anak tidak bisa dipaksa untuk masuk, dalam artian anak mengikuti belajar daring,” kata Ridwan.

Semua pertimbangan itu menurut Ridwan, diambil dengan menilik zonasi di kabupaten Demak sendiri belum memasuki zona kuning.

Berikut isi tabel rencana dan perubahan kegiatan pembelajaran tatap muka dan PJJ Dindikbud pada bulan September hingga November 2020.

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang berlokasi di Dindikbud Demak dengan sasaran Korwil, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru dan Komite yang dilaksanakan pada 1-6 September.

Dengan tujuan terbentuknya satgas penegak disiplin Covid-19 di setiap satuan pendidikan dalam pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Tersedia sarana prasarana dan peralatan protokol kesehatan di satuan pendidikan dalam pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19

BACA JUGA  Candi Borobudur Bawa Jateng Juara 1 Lomba Inovasi Daerah Kemendagri

Terpenuhinya surat pernyataan kesanggupan orang tua yang memperbolehkan anaknya untuk mengikuti simulasi PTM di masa pandemi.

Sedangkan pada pelaksanaannya dilakukan beberapa tahap, yakni simulasi PTM dilaksanakan pada tanggal 7-19 September 2020, simulasi PJJ atau daring pads tanggal 27 September hingga 3 Oktober 2020 dan lanjutan PJJ serta evaluasi dilakukan pada tanggal 5-31 Oktober 2020.

Untuk bulan ini (November 2020) lanjut Ridwan, dilaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan simulasi blanded learning atau pembelajaran model campuran tatap muka dan PJJ.

“Terlaksananya simulasi pembelajaran model blanded learning antara tatap muka dan PJJ dengan memanfaatkan pulsa gratis sesuai protokol kesehatan dalam masa pandemi,” jelasnya.

Ridwan menambahkan, untuk bulan Desember 2020 pihaknya juga telah mempersiapkan PJJ atau tatap muka tahap ll (dua) dan monitoring serta evaluasi pembelajaran ll. (Adv/Zaidi-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: