28/11/2022

wartajateng.id – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi angkat jempol untuk masyarakat yang mengedepankan sikap tenggang rasa dan saling menghormati, terkhusus di Kota Semarang. Hal itu ditekankannya menjadi modal besar untuk mendorong terwujudnya berbagai kemajuan positif di negara Indonesia.

“Saya atas nama pemerintah dan diri saya sendiri, mengucapkan terima kasih panjenengan telah menciptakan kondusifitas, tenggang rasa dan saling menghormati. Kemudian melihat satu dengan yang lain punya kelebihan bukan melihat satu dengan yang lain punya kekurangan, ini sangat penting,” tutur Hendi, sapaan akrab wali kota

saat melakukan tarawih keliling (tarling) di Masjid At Taqwa, Kecamatan Semarang Selatan, Kamis (14/4) malam.

Lebih lanjut, Hendi mengungkapkan jika masing-masing daerah mempunyai persamaan dan perbedaan karakteristik permasalahan maupun potensinya. Namun justru perbedaan itu menjadi satu kekuatan.

“Ini menjadi salah satu nilai positif masyarakat, meski ada perbedaan namun melakui konsep bergerak bersama Insya Allah hal ini akan menjadi kekuatan bagi Kota Semarang agar semakin hebat,” lanjut Hendi.

Keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karenanya, menurut Hendi, seluruh elemen masyarakat harus menjaganya serta menghormati perjuangan pahlawan agar Indonesia tetap utuh dan harmonis.

“Kita wajib mencontoh dan meneladani apa yang telah pendahulu kita perjuangkan,” tuturnya. Dirinya juga menyampaikan agar masyarakat tidak mempermasalahkan dasar negara dan perbedaan yang ada di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk saling menonjolkan kelebihan-kelebihan yang ada. “Dengan kelebihan ini kita bisa membuat Semarang semakin Hebat, Indonesia semakin maju dan tentu saja Jawa Tengah semakin Gayeng,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menyinggung persiapan menjelang lebaran yang sudah mulai dilakukan. “Alhamdulillah, Bapak Presiden kita sudah memperbolehkan mudik pada lebaran Idul Fitri tahun ini. Mudik silahkan, yang penting protokol kesehatan (prokes) dan sudah vaksin booster,” terangnya.

Hendi pun berharap agar masyarakat tetap waspada dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan selama mudik. “Jangan sampai perjalanan mudik memicu munculnya gelombang baru penularan Covid-19,” pungkasnya.

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *