Jangan Takut Donor Darah, Ini Syarat dan Keuntungannya

Kepala Unit Donor Darah Kabupaten Demak Slamet Widodo. (Foto: Devan)

Demak (wartajateng.id) – Dari wawancara tim wartajateng.id dengan Kepala Unit Donor Darah Kabupaten Demak Slamet Widodo, berikut adalah beberapa syarat untuk orang yang ingin melakukan donor darah.

  1. Berumur di atas 17 tahun. Syarat pertama untuk pendonor adalah batasan umur. Menurut Slamet, pendonor harus berumur diatas 17 tahun hingga umur yang tidak dibatasi. Sayangnya, bagi pendonor yang baru pertama kali mendononorkan darahnya diumur 50 tahun tidak diperbolehkan. “Kalau donor terus bahkan sampai umur 75 tahun gapapa. Tapi, kalau baru pertama kali donor, dibatasi dibawah 50 tahun. Sudah teknisnya seperti itu,” ujarnya pada hari Jumat (15/1/2021).
  2. Berat badan di atas 45 kilogram.
  3. Tidak sedang sakit.
  4. Tidak memiliki penyakit menular.
    Slamet Widodo menyebutkan penyakit ini antara lain hepatitis, baik itu hepatitis B maupun hepatitis C. Menyadur dari laman klikdokter, bagi penderita hepatitis A boleh berdonor asalkan penderita sudah benar-benar terbebas dari penyakitnya. Selain itu pendonor diharuskan istirahat, makan, dan minum yang cukup sebelum donor darah. Slamet juga menyebutkan penderita penyakit seks yang menular tidak boleh mendonorkan darahnya.
  5. Tidak sedang haid, hamil, atau menyusui.
  6. Kadar hemoglobin di kisaran 12-17 g/dL.
  7. Tidak mengkonsumsi obat dalam jangka waktu tiga hari sebelum donor.
    Slamet mengatakan, konsumsi obat yang dimaksud juga tidak terkecuali dengan obat herbal. “Prinsipnya kalau dalam tiga hari mengkonsumsi obat, lebih baik donornya ditunda,” jelasnya kepada tim wartajateng.id.
  8. Jeda waktu donor selama tiga bulan.
    Menurut Slamet, kesepakatan di daerah khususnya di Demak menentukan waktu tiga bulan sebelum pendonor boleh donor darah kembali. Berbeda dengan di Kota Semarang, donor boleh dilakukan dalam rentang waktu dua bulan. Hal ini dikarenakan kebutuhan yang lebih besar dibandingkan di kabupaten.
BACA JUGA  Dini Hari Desa Sriwulan dilanda Banjir Rob, Begini Kondisinya!

Untuk melengkapi data, pendonor akan diminta mengisi sebuah daftar untuk menentukan apakah mereka boleh berdonor atau tidak. Dalam masa pandemi juga pendonor diminta mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

Pada waktu yang berbeda tim wartajateng.id juga mewawancarai Budi Darma, Staff Unit Donor Darah Kabupaten Demak. Menurutnya ada beberapa keuntungan bagi orang yang mendonorkan darahnya.

Salah satu keuntungannya adalah pengecekan kesehatan pendonor. Sebelum melakukan donor pasti dilakukan cek temperatur, tensi darah, juga kadar hemoglobin.

BACA JUGA  Forkopimda Gelar Rakor Antisipasi Banjir di Demak

Keuntungan selanjutnya adalah pemeriksaan penyakit secara cuma-cuma. Hal ini dikarenakan setelah penyadapan akan dilakukan pengecekan darah di laboratorium.

Pengecekan ini untuk memastikan apakah pendonor memiliki penyakit hepatitis B, hepatitis C, sipilis, dan HIV. Jika saat dilakukan pengecekan ditemukan penyakit, maka pendonor akan dikabari oleh pihak PMI.

“Ini kan sebagai cashback bagi pendonor,” ujar Budi.

Selain itu juga akan ada penghargaan bagi pendonor yang sudah melakukan donor darah sebanyak 10, 25, 50, 75 dan 100 kali. Penghargaan ini akan berbeda-beda di setiap tingkatannya. “Kalau di Demak sendiri akan diberikan piagam penghargaan dan souvenir,” paparnya. (Devan)-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: