Kapolda Jateng Temui BEM, Imbau Aksi Damai

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bertemu dengan BEM se-Jateng (Foto : Ist)

Semarang (wartajateng.id) – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi bertemu dengan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jateng. Hal tersebut merupakan langkah untuk penggalangan cipta kondisi demo menolak Omnibus Law secara damai.

Berbagai hal didiskusikan dan dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya terkait tindakan represif aparat dalam penanganan unjuk rasa. Hal tersebut diungkapkan Kapolda saat bertemu perwakilan mahasiswa bertempat di Mapolda Jateng, Jumat (16/10/2020).

Selain itu, juga didiskusikan soal pembatasan waktu, sehingga unjuk rasa tidak sampai malam hari dan dilokalisir. Pembubaran aksi juga sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan, bahwa unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa berangkat dari keresahan masyarakat terkait Omnibus Law.

Sementara Kapolda mengatakan, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum memang dijamin undang-undang, yakni UU 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Menyampaikan pendapat di muka umum itu bebas. Tapi tidak mengganggu orang lain. Di situ ada klausul yang harus dipenuhi. Kalau kita menyampaikan pendapat di muka umum atas nama apapun juga, harus mematuhi itu,” jelas Kapolda.

Soal tindakan aparat terkait unjuk rasa yang berakhir rusuh, Kapolda mengatakan, polisi tidak bangga karena menangkap atau menahan mahasiswa.

Apa yang dilakukan polisi, menurutnya, dalam koridor memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), menegakkan hukum, melindungi dan mengayomi masyarakat. 

“Jika melanggar hukum, azasnya adalah equality before the law. Sama di muka hukum. Jadi ini tolong dijadikan pedoman. Sehingga saat menyampaikan pendapat atau dalam kegiatan apapun juga, masih dalam koridor hukum,” ujarnya.

Kapolda menambahkan, silaturahmi dengan Ketua BEM dilakukan agar terjalin informasi dan antisipasi agar tidak terjadi aksi anarkis.

“Perlu dipikirkan juga untuk menunda aksi, karena ini masih dalam pandemi Covid-19 dan adanya potensi rusuh saat aksi. Yang jelas, ke depan silaturahmi seperti ini akan diintensifkan, untuk menjalin komunikasi,” imbuhnya. (Majid-02)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: