Kasus Pengeroyokan dan Perusakan di Solo Tambah Dua Pelaku

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat memberikan keterangan saat konferensi pers, Senin (21/9/2020). (Foto : Ist)

Solo (wartajateng.id) – Satuan reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polresta Surakarta, kembali mengamankan dua pelaku yang diduga ikut terlibat dalam kasus pengeroyokan dan perusakan upacara adat midodareni yang terjadi
Mertodranan Rt 01 Rw 01 di Pasar Kliwon, kota Solo, beberapa waktu lalu.

Kedua orang yang diamankan tersebut masing-masing Wahyu alias Lentho (42) dan Maryanto alias Mintun (45).

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa sebuah celana jins biru, jaket merah marun, helm hitam, celana panjang krem, dan sepeda motor Yamaha Mio GT merah.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam siaran persnya, kepada para wartawan, Senin (21/9/2020) menyampaikan, keduanya merupakan warga Kecamatan Banjarsari, Solo. Menurut kapolresta, kedua terduga pelaku, diamankan di rumah masing-masing dalam waktu yang berbeda.

“Saat ini masih kita mintai keterangan. Statusnya juga sudah kita naikkan menjadi tersangka. Sehingga jumlah tersangka dalam kasus ini sebanyak 10 oarang,” tegas Kapolresta.

Dikatakan Kapolresta, berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya memiliki peran yang sama, yakni melakukan pelemparan batu sebanyak satu kali ke mobil korban.

“Atas perbuatannya, kedua pelaku kita jerat dengan Pasal 160 KUHP juncto Pasal 170 KUHP juncto Pasal 335 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto 56 KUHP,” pungkasnya. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: