Kisah Suyuti, Libur Kerja Cari Untung di Tengah Kemacetan Pantura

Suyuti saat menjajakan air mineral di Jalan Pantura Semarang-Demak, Minggu (28/2/2021) (Foto: Devan)

Demak (wartajateng.id) – Mentari masih belum terlalu tinggi namun Jalan Pantura Semarang-Demak sudah tak lagi sepi. Wajah-wajah pengemudi tampak jengah (lelah) melihat antrean kendaraan yang tak kunjung berjalan.

Dibalik kesalnya hati pengendara, terlihat beberapa penjual berlalu lalang. Dari yang menawarkan sarapan, cemilan, dan tak lupa menawarkan minuman.

Salah satunya Suyuti (33) terlihat menyusuri barisan kendaraan yang macet akibat jalan berlubang. Tak banyak yang ia bawa, hanya beberapa botol air mineral 600ml di tangan kirinya dan satu wadah es berisi minuman dingin di tangan kanannya.

BACA JUGA  Pemerintah Diminta Protokol ‘New Normal’ Disusun Komprehensif

“Beli minum mas?” ucap Suyuti pada tim wartajateng.id, Minggu (28/2/2021).

Ia kemudian mendekat dan membuka tas merah yang ia tinggal di pembatas jalan. Menawarkan isinya yang ternyata berisi rokok dan kopi sachet yang juga ia jual.

“Monggo mas, ngopi dulu pagi-pagi,” tawarnya.

Tak lama kemudian ia duduk untuk menyeka keringatnya. Ini hari pertamanya mencoba berjualan di tengah kemacetan.

“Namanya coba-coba mas, barangkali rejeki,” ujarnya sembari tersenyum.

Ternyata berjualan bukan sumber penghasilan utama Suyuti. Pekerjaan utamanya adalah tukang meubel yang sudah beberapa tahun ke belakang ia geluti.

BACA JUGA  Jelang Debat, Ganjar Berikan Coaching Clinic Pada Gibran

“Saya baru jualan hari ini. Kalau kemarin-kemarin kan saya tidak libur, jadi ya tidak jualan,” ujarnya.

Ternyata bukan pandemi atau faktor ekonomi yang membuat Suyuti turun ke jalan.

“Daripada libur ga ngapa-ngapain di rumah mas,” ucapnya.

Lelaki yang beralamatkan di Desa Gemulak, Kecamatan Sayung itu mulai berjualan pukul 07.30 WIB. Kegiatannya pagi itu didukung penuh oleh sang istri.

“Ini saja yang menyiapkan barang dagangan istri saya. Hitung-hitung nambah jajan anak,” ungkapnya.

Karena ini hari pertama Suyuti berjualan, ia tak tahu berapa uang yang bisa ia dapatkan hari itu. Yang ia tahu anaknya yang masih kelas 1 madrasah ibtidaiyah dan yang berumur 4 tahun menunggunya di rumah.

BACA JUGA  Kemendikbud Lanjutkan Kuota Internet Gratis Maret-Mei 2021

“Semoga saja jualannya cepat habis, setelah itu bisa main sama anak lagi,” tuturnya.

Dalam hambatan, ternyata Suyuti bisa menemukan sebuah peluang. Dengan mengorbankan waktu leha-leha ia berusaha membahagiakan keluarganya. (Devan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: