Komisi E DPRD Jateng Dorong Pemerataan Tenaga Medis

Semarang (wartajateng.id) – Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah Abdul Hamid mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pemerataan tenaga medis di lingkungan masyarakat.

”Masih ada beberapa daerah yang minim tenaga kesehatan. Sehingga pelayanan kesehatan terhadap masyarakat menjadi terhambat,” ujar Abdul, Kamis (30/4/2020).

Dia menegaskan, pemerataan tenaga medis sejalan dengan program Nusantara Sehat yang digagas Kementerian Kesehatan. Dalam Permenkes 33 Tahun 2018 disebutkan penugasan khusus tenaga kesehatan dalam mendukung Nusantara Sehat dapat dilakukan pemerintah daerah, sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan mempertimbangkan kearifan lokal.

Pelayanan kesehatan di kabupaten/kota merupakan kewenangan masing-masing pemerintah daerah. Pihaknya di DPRD Jateng menyiasati jika daerah mengirimkan permohonan, maka Pemprov bisa bertindak.

”Kami siap untuk melakukan simulasi dalam penerapan program Nusantara Sehat. Anggarannya bisa dari APBD dan kemudian dilanjutkan Dinas Kesehatan se-Jateng,” tambahnya.

Anggota DPRD Jawa Tengah Umar Utoyo menegaskan masih ada daerah di Jateng minim tenaga kesehatan, dampaknya pelayanan kesehatan tidak maksimal, bahkan terhambat.

Dia menilai perlu pemerataan agar semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang bagus. ”Ini penting, karena kesehatan kebutuhan dasar masyarakat. Jika pelayanan bagus, tentu masyarakat sehat.”

Jateng juga masih membutuhkan banyak tenaga kesehatan. Untuk perekrutan bisa dilakukan melalui program non-ASN yang diberikan prioritas dalam menjadi ASN.

”Ini penting dan membutuhkan payung hukum. Apalagi masih banyak kasus kematian ibu dan bayi serta stunting. Jadi ketika program kesehatan bagus akan menjadikan masyarakat sehat,” tandasnya. (Ody)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: