Korban PHK Jadi Pebisnis Kue, Omzet Puluhan Juta

Pengusaha kue (Muji) memperlihatkan kue hasil kreasinya (Foto: dok)

Magelang (wartajateng.id) – Berawal  kena PHK dari perusahaan ternama di ibu kota pada tahun 2013 silam membuat Muji harus merelakan pekerjaannya sebagai supervisor dengan gaji 5 juta dan beranjak ke kampung halaman.

Namun kebiasaan merantau membuat Muji kesulitan mencari pekerjaan di di kampung halaman memaksa dirinya untuk menganggur beberapa kali.

Hingga pada akhirnya ia mendapat sebuah tawaran untuk mengisi kekosongan program pelatihan boga dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magelang.

“Mendapat bantuan alat-alat boga waktu itu, seperti Mikser, Oven, Timbangan, alat pembuat mie, dan lain-lain,” kata Muji, Sabtu (26/9/2020).

Berawal dari alat bantuan dan modal awal Rp 200 ribu pula lah lelaki yang kini berkepala empat itu membuka usaha aneka kue yang kini diberi nama Rejosari Bakeri Muntilan dengan alamat usaha sesuai namanya.

“Dari latihan mendapat bekal, pedoman membuat aneka makanan, akhirnya mencari info ke berbagai media sosial juga untuk mendapat resep kue,” jelasnya.

Sebagai orang baru di dunia wira usaha Muji pun mulai memasarkan produknya dari warung ke warung sebelum ia putuskan untuk merambah ke media sosial.

Lamat-lamat usaha Muji yang didirikan tahun 2015 silam pun kini berkembang, kurang lebih 6 jenis kue sudah diproduksi.

“Itu paling laris Bolu Tiwul harga Rp 22 ribu dan Bolu Pandan Toping harga Rp 22 ribu setiap kemasan,” ujarnya.

Lima tahun berdiri kini usaha kue Muji mencapai omset puluhan juta rupiah.

Meskipun kesuksesan berdasarkan di pundaknya namun ia tak menampik bahwa kuliner buatannya banyak pesaing dan menjamur di pasaran.

“Jadi harus pinter-pinter mencari peluang dan inovasi untuk menarik perhatian pelanggan,” terangnya.

Tak cukup sampai di situ, lanjut Muji. Selain inovasi produk, analisa penjualan tiap bulan juga diperlukan. (Zaidi-02)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: