28/11/2022

wartajateng.id – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama tim Satgas Pangan Polda Jateng melakukan monitoring dan pengecekan ketersediaan minyak di PT. Berkah Emas Sumber Terang (BEST), Indogrosir, dan Pasar Bulu Semarang Selatan, Selasa (29/3). Stok minyak goreng dipastikan aman untuk tiga bulan ke depan dengan stok minyak mencapai 109 ribu ton.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa satgas pangan bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten untuk selalu melakukan pengawasan dan pengecekan agar tidak terjadi adanya simpul-simpul dari mereka yang memanfaatkan situasi. “Oleh karena itu himbauan saya untuk masyarakat, kita tidak usah panik belanja minyak sewajarnya, sehingga ke depan akan kita terus lakukan pantauan dan pemeriksaan,” ucapnya.

Dirinya lebih lanjut mengungkapkan jika masih ditemui adanya antrean pembelian minyak goreng, hal itu bukan karena kelangkaan, namun karena adanya keterlambatan delivery order (DO). “Diharapkan tidak ada antrian akibat kelangkaan. Karena berdasarkan stok yang ada, untuk tiga bulan ke depan aman. Kalaupun ada, itu mungkin DO telat dan bisa diatasi,” tegas Ahmad Luthfi.

Hendi, sapaan akrab wali kota pun menegaskan hal yang sama. “Jadi sudah dilakukan pantauan, sidak dan tadi penjelasan Pak Kapolda memang di lapangan seperti itu. Stoknya sangat terjamin untuk 3 bulan ke depan, sehingga harapan saya kepada masyarakat Semarang mari kita jadi warga yang lebih bijak artinya saat ini tidak perlu melakukan panic buying,” pesan Hendi.

Dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat supaya membeli minyak sewajarnya saja agar kemudian permintaan dan supplynya bisa seimbang. Hendi pun mengungkapkan jika di ibu kota Provinsi Jawa Tengah tidak terjadi adanya penyimpangan, yang artinya bahwa dari tingkat kebutuhan minyak pada masyarakat masih aman.

Hendi juga menghimbau kepada masyarakat jika menjumpai adanya penyimpangan atau potensi orang yang ingin memanfaatkan situasi dapat segera melaporkan ke satgas. “Yang kedua jika memang ada main-main di lapangan kemudian susah dapat minyak goreng bisa dilaporkan ke satgas pasar,” imbuhnya.

Tak hanya itu saja, Hendi pun menghimbau agar masyarakat bisa juga mengembangkan pola-pola memasak tanpa harus memakai minyak goreng. “Jadi monggo jadilah masyarakat yang lebih bijak untuk masyarakat Semarang ini dan yakin saja bahwa sampai hari ini pemerintah memastikan stok minyak goreng ini aman khususnya di Kota Semarang,” tegasnya.

Pengecekan yang dilakukan bersama antara Polda Jawa Tengah dengan Pemerintah Kota Semarang dilakukan dalam rangka mengantisipasi kebutuhan pokok masyarakat dari bulan Ramadhan sampai lebaran. Tingkat kebutuhan minyak pada masyarakat seluruh Jawa Tengah per bulan adalah 36.000 ton, sementara stok yang ada di Jawa Tengah sebanyak 109.000 ton.

 

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *