Lancar Jelaskan Protokol Kesehatan, Risa Menangis Dapat Hadiah Dari Ganjar

Temanggung (wartajateng.id) – Risa Setyaningsih (17),siswi kelas XII SMAN 1 Parakan Temanggung tak henti-hentinya menangis. Sebab ia mendapat kejutan berupa hadiah laptop dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal tersebut dilakukan Ganjar saat kunjungan ke Temanggung dan Wonosobo untuk mengecek uji coba sekolah tatap muka di dua kabupaten tersebut. Ganjar ingin memastikan, bahwa pelaksanaan uji coba berjalan lancar dan protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat.

Ganjar datang ke sekolah Risa (SMAN 1 Parakan) untuk mengecek praktik uji coba sekolah tatap muka. Di sana, Ganjar melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Risa, gadis yang duduk di bangku kedua langsung tunjuk tangan. Dengan gamblang, ia menjelaskan kepada Ganjar mekanisme belajar tatap muka di sekolahnya.

“Awalnya saya bangun pagi pak, menyiapkan sarapan buat di sekolah. Karena kan kantin sekolah tutup, jadi harus bawa bekal dari rumah. Setelah itu berangkat naik motor ke sekolah, tidak boleh mbonceng teman, karena bahaya,” terang Risa dengan penuh semangat.

Risa melanjutkan, sesampainya di sekolah, ia langsung memarkirkan motornya di tempat parkir yang telah disediakan. Tempat parkirnya juga dibatasi dan tidak boleh berdempetan.

“Setelah itu kita di cek suhunya di pintu gerbang, cuci tangan pakai sabun dan langsung masuk kelas. Di dalam kelas, ya hanya duduk saja, tidak boleh ngrumpi sama temen. Duduknya dikasih jarak seperti ini, saat istirahat juga tidak boleh ngrumpi,” jelasnya.

Saat jam belajar selesai, semua siswa lanjut Risa juga langsung pulang dengan tertib. Sesampainya di rumah, ia langsung mencuci masker yang dipakai di sekolah dan mandi.

“Setelah itu ganti baju dan membantu kegiatan di rumah,” jelasnya.

Ganjar langsung tepuk tangan mendengar jawaban Risa itu. Ia langsung memberikan kejutan yang membuat Risa langsung menangis.

“Kamu pintar, jelas sekali protokolnya dan saya harap semuanya seperti Risa ya. Karena kamu pinter, sudah menjelaskan secara gamblang, kamu saya kasih laptop,” kata Ganjar.

Ganjar pun kemudian meminta ajudannya mencatat nomor hanphone Risa. Ia meminta Risa belajar dengan rajin agar cita-citanya dapat tercapai.

“Seneng banget, sampai ndak bisa ngomong saya. Memang lagi butuh laptop, nanti buat kuliah. Sudah nabung, tapi, ah saya tidak bisa ngomong,” kata Risa sambil menangis. (Majid-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: