Lima Guru Indonesia Presentasikan PJJ Bersama Uni Emirat Arab

Lima guru yang merupakan duta guru berprestasi Kemendikbud mempresentasikan PJJ selama pandemi Covid-19, Kamis (15/10/2020). (Foto : Ist).

Karanganyar (wartajateng.id) − Lima guru yang berasal dari Indonesia  yang merupakan duta guru prestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) melaksanakan virtual conference  pembelajaran praktik yang baik selama pandemi Covid-19.

Kelima duta guru berprestasi yang melakukan presentasi antar dua negara tersebut masing-masing, Arifin guru SMA Negeri 2 Wonosari, Sulistyawati guru SMK Negeri 2 Semarang, Rudy Haryadi guru SMK Negeri  Cimahi Jawa Barat, Siti Chotijah, guru SD Negeri 01 Suruh Tasikmadu, Karanganyar serta Sigit Suryono guru SMP Negeri 1 Wonosari.

Siti Chotijah, salah satu perwakilan guru SD usai mengikuti virtual conference menyampaikan, dalam conference tersebut menyampaikan materi dampak psikologis guru, orang tua dan siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh (PJJ)  secara terus menerus.

“Ada lima hal yang saya sampaikan untuk mengatasi agar guru, siswa dan orang tua tidak berlarut-larut atau mengalami depresi. Yakni melalui  communication, learning, sharing and colaboration,” jelasnya

Dikatakannya, dari kegiatan virtual conference tersebut banyak hal yang diperoleh, terutama yang berkaitan dengan proses PJJ yang sampai saat ini masih terus berlangsung, baik di Indonesia maupun di UEA.

Selama masa pandemi, proses PJJ di UEA hampir tidak mengalami kendala. Karena di negara ini, mayoritas siswa memiliki telepon pintar, serta didukung jaringan internet yang cukup kuat.

“Sedangkan di Indonesia, PJJ masih menghadapi kendala. Disamping belum seluruhnya siswa memiliki telepon pintar, kekuatan jaringan internet masih menjadi kendala utama,” ujarnya.

Dari sisi tenaga pendidik, Siti menambahkan, rata-rata telah memiliki kemampuan dalam hal penguasaan teknologi.

“Kondisi Indonesia sebenarnya hampir sama dengan UEA yang memiliki kemampuan di atas rata-rata sehingga mampu mengatasi kesulitan belajar selama pandemi Covid-19. Yang perlu digaris bawahi dari kegiatan ini adalah,  guru seharusnya mengikuti perkembangan zaman dan jangan pernah berhenti belajar. Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan materi pembelajaran,” pungkasnya. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: