Mahasiswa UIN Walisongo Mengecat Makam Sesepuh Rowosari

Potret Mahasiswa KKN UIN Walisongo saat ngecat tembok makam sesepuh Kelurahan Rowosari (Foto: dok/KKN).

Semarang (wartajateng.id) – Mahasiswa KKN Reguler dari Rumah ke 75 UIN Walisongo Semarang Kelompok 43 melakukan pengecatan makam sesepuh Kelurahan Rowosari, di pemakaman Kebuntaman, Kota Semarang.

“Makam tersebut merupakan para tokoh desa, salah satunya membuat mushola, merubah masyarakat sekitar untuk tidak berjudi ataupun pesta miras,” terang Sesepuh Perawat Makam, Mbah Ngadiyan.

Mbah Ngadiyan juga mengatakan, ada sembilan orang yang dimakamkan di Kebuntaman.

“Mbah Mangun Harjo, Mbah Mubari, Mbah Asngari, Mbah Rawan, Mbah Rusman, Mbah Dakimin, Mbah Tokromo, Mbah Ahmat Yahman dan Mbah Abutimin,” jelasnya.

Kasi pemerintahan dan Pembangunan Kelurahan Rowosari, Bambang turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena mahasiswa dalam melaksanakan KKN online tidak melulu membuat kegiatan mengenai sosialisasi, tetapi juga kegiatan yang ada bukti fisik dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Bambang mencontohkan mahasiswa KKN yang mengecat makam tokoh sesepuh Rowosari.

“Kalian harus tetap mengedepankan rasa nasionalisme, rasa ikut memiliki dan saling menghargai saat terjun ke masyarakat,” kata Bambang berpesan.

Ronji, Mahasiswa KKN Kelompok 43 menjelaskan tujuan mengecat makam sesepuh Rowosari.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang jasa para sesepuh Rowosari,” ujarnya.

Setelah selesai ngecat, lanjut Ronji, kita langsung mendoakan dan tahlil di pemakaman.

“Kita tidak hanya kenal sama masyarakat sekitar tetapi kepada sesepuh juga kenal,” tandasnya. (Penulis Tim KKN- Zaidi-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: