Masih Rendah, Minat Baca di Demak Terus Ditingkatkan

Bupati HM Natsir meresmikan TBM di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Demak, Senin (16/11/2020). (Foto: Dok Dinkominfo Demak)

Demak (wartajateng.id) – Budaya membaca atau literasi di Demak masih rendah. Karena itu, Pemkab Demak terus berupaya meningkatkannya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembukaan taman baca masyarakat (TBM). Taman baca itu diharapkan dapat menjadi sumber ilmu yang memiliki peran strategis untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat dan berbudaya membaca.

“Salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia yaitu dengan mendorong tumbuhnya minat belajar masyarakat, dan salah satu ciri terpenting dari masyarakat terpelajar adalah tingginya minat dan kegemaran membaca,” kata Bupati HM Natsir saat meresmikan TBM di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Demak, Senin (16/11/2020).

Kasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Suwito mengatakan, minat baca di Demak masih dalam kategori rendah, terutama di kalangan anak-anak.

“TBM akan menjadi alternatif sebagai pusat belajar dalam rangka meningkatkan minat membaca anak-anak serta menyukseskan Demak sebagai kabupaten literasi dan budaya baca,” jelasnya seperti dilansir jatengprov.go.id.

Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Demak Afida Aspar menyampaikan, TBM memiliki tiga layanan, yaitu widya pustaka, widya loka dan widya budaya.

Widya pustaka merupakan layanan penyediaan referensi kepustakaan tulis dan nontulis seperti buku, teks, buku popular, dan buku pengetahuan populer, serta berbagai rekaman dengan bermacam-macam media.

Widya loka adalah layanan sarana diskusi, bedah buku, sarasehan, dan sebagainya. Adapun widya budaya merupakan wadah untuk menuangkan ide-ide dan mengasah bakat masyarakat, seperti menulis, teater, tari, dan membatik.

TBM juga memiliki program-program pembelajaran kreatif untuk meningkatkan minat baca anak. Di antaranya program parenting, sekolah menulis, praktek buku, sekolah mitra, mengenal reptil, pelayanan peminjaman buku, menulis mimpi, membungkus kado, membuat origami, membaca cepat,  dan memahami isi.

“Pembelajaran kreatif ini diharapkan dapat memengaruhi motivasi anak untuk membaca,” imbuhnya. (Adv-03)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: