Mba Ita Paparkan Strategi Pemkot Saat Pandemi

Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (kanan) berfoto bersama Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto : ist)

Semarang (wartajateng.id) Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mba Ita mengatakan, Pemerintah Kota Semarang sudah mengambil berbagai langkah dan kebijakan untuk menjaga kestabilan perekonomian di Kota Semarang selama masa pandemi Covid-19.

Di saat beberapa daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Kota Semarang justru mengambil langkah lain yakni pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) yang mulai diberlakukan pada 27 April lalu. Ini diambil agar penanganan Covid-19 bisa tetap berjalan namun perekonomian juga bisa melaju meski tidak bisa cepat.

“Banyak daerah yang melakukan PSBB. Pak Wali (Hendrar Prihadi) tidak mau karena kalau semua ditutup bagaimana aktivitas perekonomian masyarakat? Dengan berbagai macam pemikiran bersama Forkopimda, akhirnya Pak Wali memutuskan PKM. Tentu ada pembatasan tapi perekonomian masih berjalan,” jelas Ita dikutip dari Tribun Jateng.

Lebih lanjut, Ita memaparkan, berbagai bantuan sosial baik dari Pemerintah Kota Semarang, Provinsi, maupun Pusat diberikan kepada masyarakat sebagai jaring pengaman sosial di tengah pandemi.

Berbagai kebijakan untuk meringankan beban ekonomi di tengah pandemi juga diambil oleh Pemkot Semarang, antara lain memberikan diskon pajak bumi dan bangunan (PBB), penundaan pajak bagi wajib pajak hotel, restoran, maupun hiburan, pembebasan retribusi pasar, pembebasan sewa di rusunawa, hingga pemberian diskon bagi pelanggan PDAM.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang juga menggelontorkan dana Rp 15 miliar melalui kredit wibawa bagi pelaku UMKM. Mereka bisa meminjam modal Rp 5 juta tanpa agunan.

“Ini sangat bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Intinya, Pemkot Semarang sangat komitmen dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19,” ucapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: