Melihat Tradisi Gotong Royong Nelayan Kendal

Sejumlah nelayan di Kelurahan Bandengan Kabupaten Kendal bergotong-royong memperbaiki kapal yang rusak. (ist)

Kendal (wartajateng.id) – Ada yang unik di Kelurahan Bandengan Kabupaten Kendal. Pasalnya, para nelayan disana bergotong-royong memperbaiki perahu yang sedang rusak.

Manisan salah satu warga RT 06 RW 01 Kelurahan Bandengan mengatakan, inisiatif gotong royong ini timbul dikarenakan mengingat kondisi kayu perahu milik rekan sesama nelayan sudah mulai lapuk, sehingga bocor.

”Kondisi perahu sudah memperhatinkan, jadi kami sesama nelayan berinisiatif melakukan gotong royong bersama sama mengangkat perahu dari sungai ke daratan untuk diperbaiki” ungkapnya, Sabtu (25/7/2020).

Menurutnya, meski ukuran perahu tidak terlalu besar, namun dalam menaikkan atau menurunkan perahu membutuhkan tenaga yang cukup banyak.

“Perahu disini rata-rata sudah usang, sehingga kami harus sering memperbaiki. Jika mau dinaikkan atau diturunkan kembali perlu banyak orang untuk mendorongnya. Jadi nanti bergantian,” ungkapnya.

Sedikitnya butuh puluhan sampai belasan orang dilibatkan ketika akan menaikkan atau menurunkan perahu. Agar bisa mengumpulkan tenaga yang membantu, satu hari sebelumnya sudah woro-woro pada tetangga kanan kiri.

“Sebelumnya kita harus memberitahu para tetangga dan rekan sesama nelayan dahulu agar berkumpul. Karena semakin banyak orang pekerjaan semakin cepat selesai,” jelasnya.

Senada diungkapkan nelayan warga RT 04 RW 01, Dayat, tradisi turun naik perahu di kelurahan Bandengan adalah hal yang lumrah dan sudah ada sejak lama. Para nelayan hidup rukun dan bekerja bersama-sama.

“Gotong royong naik turun perahu sejak dahulu hingga sekarang tidak berubah. Semua ikut bergerak agar perahu cepat naik dari sungai atau turun ke sungai,” ujarnya.

Dirinya mengaku, tanpa bantuan tetangga kanan kiri, nelayan akan sulit menaikkan dan menurunkan perahu . Apalagi jika perahu yang diperbaiki tergolong besar.

“Perahu yang diperbaiki harus benar-benar naik ke darat agar servisannya lebih mudah. Selain itu jika ada kebocoran perahu bisa segera di ketahui,” jelasnya. (Naz-02)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: