Minat Baca Rendah, Diperlukan Gerakan dari Semua Lini

Perpustakaan Umum Kabupaten Demak (Foto: Devan)

Demak (wartajateng.id) – Indeks minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Menurut laman Central Connecticut State University tentang world’s most literate nations, Indonesia berada di peringkat 60 dari jumlah 61 negara. Tepat di bawah Thailand dan diatas Botswana.

Ummi Rahmawati selaku Pustakawan di Perpustakaan Kabupaten Demak mengatakan, indeks minat baca di Kabupaten Demak khususnya masih sangat rendah.

Indeks minat baca ini didasarkan dari jumlah perpustakaan, kunjungan, koleksi buku, dan juga kuesioner.

“Kuesioner ini menanyakan berapa jam waktu disediakan untuk membaca dalam sehari dan berapa judul buku yang diselesaikan dalam satu tahun,” ujar Ummi kepada wartajateng.id.

BACA JUGA  Stasiun Tawang Banjir, KA Jarak Jauh Tetap Beroperasi

Perpustakaan juga harus bersaing dengan ketergantungan masyarakat dengan gawai. Dirinya menyatakan, pihaknya sudah melengkapi dengan e-pustaka yang bisa diakses dengan ponsel.

“Disitu ada buku digital namun masih terbatas 1500 buku saja. Koleksi digital ini juga terkendala karena agak mahal agar ada jaminan tak ada plagiat disitu,” ujarnya.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak Yofie Sukarwi mengatakan, untuk meningkatkan minat baca perlu dorongan dari semua lini.

“Ketika ada support pemerintah, tokoh agama, dan dari pembaca harusnya memiliki keinginan sendiri,” tuturnya.

BACA JUGA  KKN UIN Walisongo Bersama Warga Buat Taman TOGA

Menurutnya keluarga dan lingkungan juga harus memberikan dorongan. Membaca buku tidak terbatas hanya terkait pendidikan namun juga ada bidang lain yang bisa digali.

“Jika masyarakat sadar kalau membaca bisa menambah keterampilan, keterampilan bisa membuka pekerjaan sehingga bisa meningkatkan ekonomi saya rasa itu akan menambah minat baca,” ujarnya. (Devan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: