28/11/2022

wartajateng.id – Kegiatan Healthy Cities Summit 2022 menjadi momentum untuk berbagai daerah dalam mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat. Mengusung tajuk ‘Dari Semarang Untuk Indonesia’, gelaran tersebut menjadi forum strategis bagi pemangku kepentingan dari seluruh pemerintah daerah yang hadir. Tercatat perwakilan dari 247 pemerintah daerah se-Indonesia aktif terlibat dalam berbagai diskusi yang diselenggarakan.

Adapun salah satu diskusi inti dalam forum tersebut pun mempertemukan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam satu panggung. Ketiga kepala daerah tersebut tampil dengan memaparkan materi yang beragam, guna memberi pengayaan materi terkait Kota Sehat bagi para peserta.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka menyoroti soal pentingnya berbagai daerah mendorong percepatan vaksinasi untuk dapat segera membawa Indonesia lepas dari pandemi covid-19. Dirinya pun mencontohkan bagaimana Pemerintah Kota Surakarta memiliki komitmen yang tinggi atas hal tersebut, hingga menghadirkan bus vaksinasi keliling sebagai strategi jemput bola.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa lepasnya Indonesia dari pandemi covid-19 saat ini harus menjadi fokus utama untuk dapat memulihkan perekonomian. “Ketika saya dilantik, pertumbuhan ekonomi kota Solo itu minus 1,74%, dan covid lagi tinggi – tingginya. Tapi Alhamdulillah hari ini sudah merangkak ke angka 4%,” cerita Gibran. “Maka saya tegaskan, ditargetkan untuk capaian booster sebelum waktunya mudik sudah di angka 70%,” pungkas Gibran.

Di sisi lain Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mendorong terwujudnya kota sehat dari sudut pandang penerapan KTR atau Kawasan Tanpa Rokok. Bahasan tersebut diyakininya penting untuk menekan dampak kematian oleh virus covid-19 karena komorbid, atau penyakit penyerta. Pasalnya dia menyebutkan bahwa komorbid paru – paru memiliki korelasi yang kuat dengan rokok.

“Masa – masa covid ini masa yang paling strategis untuk kita mengkampanyekan pengendalian tembakau. Karena semua yang terkena covid begitu ada komorbidnya ternyata paru – paru, dan sebagian besar ternyata data menunjukkan karena rokok, berarti ada korelasi yang sangat kuat,” tutur Wali Kota Bogor itu. “Nah banyak kemudian angka – angka menunjukkan pasien yang sembuh dari covid kemudian berhenti merokok, hidupnya lebih sehat,” yakin Bima.

Di sisi lain, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menekankan pentingnya penyediaan layanan kesehatan yang cepat, mudah diakses, dan gratis untuk masyarakat sehingga mampu menekan resiko virus covid-19. Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun meyakini pelayanan kesehatan menjadi salah satu ujung tombak daerah untuk lepas dari pandemi covid-19.

“Pada tahun 2011 hanya sekitar separuh masyarakat Kota Semarang yang memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah saat ini sudah 96,8% warga Semarang yang memiliki jaminan kesehatan gratis, tidak miskin tidak kaya, semua bisa mendapatkan fasilitas kesehatan gratis,” ungkapnya.

“Tapi kita tidak bicara hanya gratis saja, tapi harus mudah diakses masyarakat dan cepat. Maka itu yang menjadi semangat kita sewaktu mendirikan puluhan sentra vaksinasi di Kota Semarang. Agar masyarakat mudah untuk segera mendapatkan vaksin,” tegasnya.

Dalam kesemapatan tersebut Hendi juga menyinggung soal pentingnya membangun sistem reaksi cepat dalam penanganan gawat darurat, seperti di Kota Semarang yang menggunakan layanan call center 112 dengan armada Ambulans Siaga Hebat.

 

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *