Nemu Jam Dinding MU, Ganjar Borong Produk UMKM

Foto: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membawa jam dinding olahan kayu Manchester United, Sabtu (19/9/2020). (Foto : dok)

Magelang (wartajateng.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengisi akhir pekannya dengan promosi UMKM. Kali ini, sejumlah UMKM dan industri rumahan disambangi Ganjar saat gowes di Magelang, Sabtu (19/9/2020).

Diantaranya, Jerawood Craft, UKM Makanan Berkah Abadi, UKM Getuk Marem dan Oemah Mbudur. Selain memborong beberapa produk unggulan UMKM tersebut, Ganjar juga menyempatkan ngevlog untuk mempromosikan di media sosialnya.

Salah satu tempat yang menurut Ganjar menarik adalah Jerawood Craft. Di tempat pembuatan kerajinan dari limbah kayu itu, Ganjar menemukan jam dinding dari tim sepakbola kesayangannya, Manchester United. Langsung saja, ketika melihat jam dinding Setan Merah, Ganjar langsung mengambilnya.

“Wah ini ada jam MU, bagus ini. Saya beli,” kata Ganjar.

Selain jam dinding MU, Ganjar juga membeli beberapa produk lainnya. Seperti speaker aktif dari kayu dan beberapa produk lainnya. Ia juga memesan cinderamata dari kayu bertuliskan bahasa Jawa yang akan digunakan sebagai kenang-kenangan kepada para tamu.

Ganjar senang melihat kreatifitas anak-anak muda di Jerawood Craft. Sebab, selain mengoptimalkan limbah kayu, hasil kerajinannya juga memiliki nilai jual tinggi karena dibuat dengan cara mekanisasi.

“Ini bagus, pengerjaannya sudah pakai robot. Keren ini, bisa terus dikembangkan. Tinggal dikreasi lagi dan ditingkatkan kualitasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, owner Jerawood Craft, Erga Anggoro mengatakan, industri kerajinan limbah kayu di tempatnya merupakan wadah kreasi perajin kayu di Magelang. Pihaknya sengaja menggunakan teknologi dalam menggarap, agar lebih cepat dan hasilnya presisi.

“Kami gunakan CNC Router, printer 3 dimensi, CNC Grafir dan sejumlah teknologi lainnya. Untuk pemasaran, kami juga sedang mengoptimalkan media sosial agar jangkauannya lebih luas,” jelasnya.

Erga juga sedang menjajaki dunia ekspor terkait produk limbah kayunya itu. Menurutnya, saat ini pihak Dinas Koperasi dan UMKM Jateng sedang memberikan pendampingan untuk persiapan itu.

“Kami sedang didampingi Dinas untuk bisa ekspor. Mudah-mudahan, produk kami bisa laku keras di pasar internasional,” imbuhnya.

Ganjar juga meminta pengelola Jerawood Craft memasarkan produknya di media sosial. Hal yang sama ia sampaikan pada pengelola UMKM lain yang dikunjunginya hari ini.

“Jual produknya ke media sosial, promosikan ke ruang-ruang publik dunia maya agar pemasaran semakin terbuka,” terangnya.

Hal tersebut ternyata sudah dilakukan oleh pemilik UMKM makanan Berkah Abadi. Pemilik usaha mengatakan sudah mengoptimalkan medsos untuk penjualan dan terbukti ampuh dalam meningkatkan omset.

“Sebelum pakai online, penjualan sepi. Apalagi saat awal pandemi, terjadi penurunan omset cukup signifikan. Tapi setelah pakai medsos, sekarang omsetnya naik tinggi. Perbulan bisa mendapatkan omset Rp 60 juta,” kata Mega, pemilik UMKM Berkah Abadi. (Majid)

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: