08/10/2022

Wartajateng.id – Bidan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang kebidanan pada fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemerintah yang tugas dan fungsinya terkait dengan pelayanan kebidanan. Untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR), bidan diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi/sertifikat profesi.

 

Sertifikat kompetensi bisa diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan di antaranya pelatihan Asuhan Persalinan Normal. Oleh karena itu, tim Pusat Pelatihan Klinik Primer Kesehatan Reproduksi (P2KP-KR) Kabupaten Tegal bersama dengan para Clinical Trainer dan Clinical Instructure yang sudah terkualifikasi serta para narasumber yang berkompeten mengadakan pelatihan Asuhan Persalinan Normal bagi tenaga bidan sebagai penolong persalinan.

 

Pelatihan yang diselenggarakan selama 3 hari (7-9 Desember 2021) dan bertempat di Sekretariat P2KP-KR Gedung IBI Cabang Kabupaten Tegal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menolong persalinan normal dan juga dapat mengaplikasikan kemampuan dalam menolong persalinan di klien dengan kompeten. Pelatihan APN ini diikuti oleh 22 bidan yang sudah bekerja dan pernah ikut pelatihan lebih dari 5 tahun.

dr.Hendadi Setiaji, M.Kes selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Tegal memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan APN di hari pertama. dr. Hendadi Setiaji, M.Kes menyampaikan pentingnya peran seorang bidan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, terlebih kepada bidan-bidan senior yang mengikuti pelatihan APN ini.

 

“Bidan jangan sampai lengah bahkan abai. Sebagai bidan yang senior dapat memberikan contoh dan motivasi kepada bidan yang junior dalam penanganan keselamatan ibu dan bayi”, ujarnya dalam membuka pelatihan APN. dr. Hendadi Setiaji, M.Kes berharap kepada 22 bidan yang mengikuti pelatihan APN akan mendapatkan ilmu yang baru dan mengembangkan pelayanan di puskesmas yang lebih baik lagi.

 

Dalam kesempatan yang sama, ketua P2KP-KR Kabupaten Tegal dr. Jaenudin, Sp.OG memberikan sambutan dalam hari pertama pelatihan tersebut. “Pelatihan APN merupakan hal yang penting, bidan akan mendapatkan ilmu yang dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” ungkapnya. Selain itu dr. Jaenudin, Sp.OG juga menyampaikan terkait partograf yakni alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan. Dalam pelatihan APN ini nantinya akan dijelaskan terkait partograf.

 

Materi yang akan didapatkan oleh peserta meliputi gambaran umum pelatihan, lima benang merah, pencegahan infeksi, partograf, kala 1, kala 2, bayi baru lahir, bayi lahir dengan Aspeksia, kala 3, penanganan perdarahan, kala 4 penjahitan, 60 langkah persalinan normal, dan kegawatdaruratan maternal neonatal yang nantinya akan disampaikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter spesialis anak, dan bidang yang terkualifikasi/clinical trainer APN sebagai narasumber.

 

Bidan diharapkan mampu mengatasi berbagai situasi kompleks perihal perempuan sepanjang siklus reproduksinya dan juga untuk bayi dan balita sehat. Sehingga bidan perlu memelihara kompetensi yang dimilikinya agar sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, selain itu juga bidan perlu menjaga mutu pelayanannya.

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.