08/10/2022

Wartajateng.id – Gizi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia, sehingga pelayanan gizi yang berkualitas pada individu dan juga masyarakat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Pelayanan gizi khususnya pada masyarakat merupakan suatu kegiatan atau yang bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perorangan dan juga masyarakat di antaranya dengan melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi dan juga peningkatan akses serta mutu pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Demi terciptanya kualitas hidup manusia yang meningkat maka pelayanan gizi wajib mengacu pada standar atau peraturan yang berlaku.

 

Mendasari Rencana Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tegal, dimana salah satu aksinya yaitu dengan melakukan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (aksi ke 5) , Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menyelenggarakan pertemuan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang dilaksanakan secara bertahap mulai pada tanggal 27 November, 2, 6, dan 7 Desember 2021. Pembinaan KPM ini dilakukan di Ruang Pertemuan Pujasera PMI Kabupaten Tegal (27 November), Pendopo Amangkurat serta Gedung Candra Kirana Setda Kabupaten Tegal (2, 6, dan 7 Desember 2021).

Peserta pertemuan adalah Kader Pembangunan Manusia di semua desa dan kelurahan di Kabupaten Tegal beserta seluruuh PD (Pendamping Desa) dan PLD (Pendamping Lokal Desa). Kader Pembangunan Manusia merupakan kader yang berfungsi untuk membantu desa dalam memfasilitasi pelaksanaan integrasi intervensi penurunan stunting di tingkat desa. Kader tersebut berasal dari masyarakat desa itu sendiri seperti kader Posyandu, guru PAUD, dan kader lain yang terdapat di desa. Pembinaan Kader Pembangunan Manusia ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja kader pembangunan manusia sesuai dengan tugas dan juga perannya.

 

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu dari Dinas Kesehatan yang disampaikan oleh dr. Sarmanah Adi Muraeny selaku Kepala Bidang UKM dan UKP dan dr. Meliansyori selaku Kepala Bidang Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyampaikan terkait analisa situasi serta intervensi penurunan stunting terintegrasi. Dalam kesempatan yang sama juga materi disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Tenaga Ahli menyampaikan materi tentang Kader Pembangunan Manusia, RDS dan Stunting serta materi panduan aplikasi eHDW. Selanjutnya Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Sairuroh SKM, MKM juga menyampaikan kuesioner terkait pendataan faktor determinan kasus stunting.

 

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.