Pentingnya Kombinasi Sinkronus dan Asinkronus dalam Pembelajaran saat Pendemi

Tangkapan layar para pembicara menyampaikan materi dalam webinar pendidikan yang diselenggarakan oleh SKM Amanat.

Semarang (wartajateng.id) – Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar webinar pendidikan yang bertajuk “ Membaca Arah Baru Pendidikan Indonesia Pasca Pandemi”.

Acara yang berlangsung melalui zoom meeting tersebut menghadirkan Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Walisongo Semarang Prof Dr Fatah Syukur dan Guru Besar Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Dalam webinar tersebut, Haryono membawakan materi tentang teknologi pendidikan yang merupakan sistem dalam mengatasi permasalahan belajar manusia dan meningkatkan kualitas pendidikan atau pembelajaran.

“Intinya teknologi pendidikan itu memiliki tujuan untuk memfasilitasi belajar, sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat meningkatkan kompetensi. Selain itu juga untuk memperbaiki kinerja yang akan berdampak pada produktivits kerja,” ucapnya melalui rilisnya, Kamis (3/12/2020).

BACA JUGA  Pentingnya Peningkatan Literasi Digital Bagi Santri Pondok Pesantren

Haryono juga memberikan tips agar pembelajaran jarak jauh (PJJ) terasa efektif yaitu dengan mengkombinasikan pendekatan Sinkronus dan Asinkronus.

“Dalam masa pendemi ini kita bisa mengkolaborasikan pembelajaran yang melibatkan interaksi dosen dan mahasiswa (sinkronus) maupun mandiri atau tanpa interaksi dosen (ansinkronus),” tambahnya.

Menurutnya, mahasiswa jangan hanya mengandalkan pembelajaran dari dosen saja karena akan ketinggalan. Akan tetapi mahasiswa dapat belajar secara mandiri melalui video, maupun e-book.

“Selain itu dapat melakukan kolaboratif antar teman dengan menggunakan chat forum maupun collab project,” terangnya.

BACA JUGA  Tiga Jurus Jateng Untuk Daerah Tak Miliki SMA negeri 

Haryono menambahkan kegiatan pembelajaran jarak jauh sebenarnya sudah banyak dilakukan di luar negeri bahkan sebelum pandemi Covid ini terjadi.

“ini semua adalah terapan teknologi pendidikan untuk memfasilitasi belajar maupun untuk perbaikan kinerja belajar yang sudah banyak dilakukan di luar negeri. Kemungkinan setelah pandemi ini berlalu kombinasi tatap muka dengan tatap maya akan tetap ada karena sudah menjadi kebiasaan baru,” jelasnya.

Sementara Fatah Syukur memberikan penjelasan mengenai Adaptasi pembelajaran new normal. Ia mengatakan ada beberapa adaptasi yang diperlukan selama pembelajaran dan hal itu merupakan tugas kita semua.

BACA JUGA  Kemendag Keluarkan Surat Edaran secara Nasional Penerapan Physical Distancing Pasar Tradisional

“Ada beberapa adaptasi yang terjadi di era new normal. Adaptasi yang berkaitan dengan penyebaran Covid-19, adaptasi yang berkaitan dengan IT (Information Technology), adaptasi berkaitan dengan pembelajaran, adaptasi berkaitan dengan pembiayaan, adaptasi peningkatan iman kepada Allah SWT. Beberapa adaptasi tadi perlu dilakukan oleh semua komponen, tidak hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas semua masyarakat,” terangnya. (Zaidi-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: