Perubahan Usia Syarat Pernikahan, Picu Peningkatan Permohonan Dispensasi Nikah

Ketua Wanita Islam Jawa Tengah, Sri Handayani saat mengikuti Webinar Dampak Pernikahan Dini. (Foto : Iwan).

Solo (wartajateng.id) – Permohonan dispensasi nikah bagi pasangan yang belum cukup usia terus mengalami peningkatan.

Terjadinya peningkatan  pengajuan dispensasi nikah ini karena adanya perubahan sketentuan baru usia perkawinan sesuai UU Nomor 16 Tahun 2019 perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Dalam UU  UU Nomor 1 Tahun 1974 batas usia menikah bagi calon pengantin perempuan adalah 16 tahun. Menurut UU Nomor 16 Tahun 2019 menjadi 19 tahun, baik untuk calon pengantin perempuan maupun pria.

Ketua PP Wanita Islam Marfuah Mustofa dalam sambutannya menyampaikan, perkwainan dini yang terjadi disebabkan sejumlah faktor penyebab. Terutama dampak dari kemajuna teknologi.

“Sebagai wanita Islam, kita harus hadir di tengah masyarakat untuk melindungi masyarakat dari transgender dan pergaulan bebas,”ujarnya.

Sementara itu,  Ketua BKOW Jawa Tengah yang juga isteri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin dalam Webinar yang digelar Wanita Islam Jawa Tengah dengan Tema Dampak Pernikahan Dini Ditengah Pandemi Covid-19.

Menurut Nawal Arafah,  sebagai salah satu organisasi, Wanita Islam harus lebih pro aktif lagi dalam melakukan pencerahan kepada masyarakat untuk menghindari terjadi perkawinan usia dini ini.

“Pencegahan pernikahan dini perlu dicegah dan dihindari. Jangan sampai nantinya meninggalkan generasi yang lemah. Untuk itu, Wanita Islam Jawa Tengah harus lebih pro aktif dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, pernikahan dini yang terjadi,  di antaranya adalah faktor keluarga, teknologi, dan pergaulan bebas remaja serta perkembangan teknolog terutama media sosial.

“Ini menjadi tanggungjawab kita semua. Tokoh agama, keluarga dan masyarakat yang menjadi benteng utama untuk menghindari pergaulan bebas,” tandasnya.

Terpisah,  Ketua Wanita Islam Jawa Tengah Sri Handayani menyampaikan, sampai saat ini terjadi peningakatan pernikahan dini di Jawa Tengah. Untuk itu, jelasnya, organisasi Wanita Islam Jawa Tengah memberikan sosialisasi seluruh anggota di Jateng ikut berkontribusi menanggulangi meningkatnya angka pernikahan dini tersebut. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: