Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Pabrik Sepatu di Sragen

Hingga Sabtu (24/10/2020) malam, petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan api yang manghanguskan pabrik sepatu milik PT Eiro Foam And Function. (Foto : Ist)

Sragen (wartajateng.id) − Hingga saat ini, Polres Sragen masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kebakaran pabrik sepatu yang berada di Dusun Salam Desa Saren Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (24/10/2020) sore.

Upaya pemadaman kobaran api masih terus dilakukan. Bahkan hingga Sabtu malam, kobaran api masih terus terlihat. Sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

“Upaya pemadaman api  hingga Sabtu malam masih terus dilakukan. Saat ini, kita lanjutkan dengan pendinginan (mematikan),” terang Kapolsek Kalijambe Iptu Aji Wiyono kepada wartajateng.id, Minggu (25/10/2020).

Mengenai penyebab pasti kebakaran serta jumlah kerugian, Iptu Wiyono belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Pasalnya, menurut Kapolsek, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dari karyawan pabrik.

“Untuk penyebab kebakaran belum diketahui mas termasuk jumlah kerugian. Tim masih terus bekerja,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pabrik sepatu yang belum satu tahun beroperasi ini mengalami kebakaran Sabtu (24/10/2020) sekitar pukul 15.30 sore.

Kobaran api menghanguskan seluruh pabrik. Informasi yang dihimpun wartajateng.id, kobaran api pertama kali diketahui oleh Samidi (44), karyawan bagian kontruksi warga Dukuh Payaman RT  01/02, Kasihan, Ngadirojo, Wonogiri dan Endhy Kuswanto (32) tenaga kontruksi asal Dukuh Babahan RT 03/08, Sidomulyo, Purworejo.

Saat itu, menurut keduanya, mereka sedang melaksanakan Shalat Ashar di gedung 3. Usai shalat, keduanya dikagetkan dengan suara ledakan keras dari lokasi yang tidak jauh.

“Suara ledakannya  cukup keras. Setelah kami lihat,  ternyata tumpukan bahan baku foam (busa) dalam keadaan sudah terbakar. Kami mencoba memadamkan api dengan alat pemadam ringan, namun tidak berhasil. Tapi api malah semakin membesar,” terang keduanya. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: