Prihatin Perkembangan Seni Tradisional, Sekar Gelar Workshop

Tarian tradisional Betawi menjadi pembuka kegiatan workshop aplikasi pentas seni. (Foto : Iwan).

Karanganyar (wartajateng.id) – Prihatin dengan seni tradisional, musisi Karanganyar yang tergabung dalam Seniman Karanganyar (Sekar) bersama Keroncong Wayang Gendut (Congwaydut) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar workshop aplikasi pentas mulai Rabu, (27/10/2020) hingga Sabtu, (31/10/2020).

Kegiatan pelatihan terehadap seni  tradisional yang diikuti oleh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini untuk mengingatkan kembali akan seni tradisional sebagai salah satu warisan budaya leluhur.

Ketua Sekar Karanganayar Joko Dwi Suranto kepada sejumlah wartawan, Rabu (28/10/2020) menyampaikan, pelatihan seni bagi generasi muda ini bermula dari upaya untuk meregenerasi penonton wayang. Karena dikhawatirkan, generasi muda tidak banyak yang tahu tentang seni budaya adiluhung ini.

Menurut Joko, dalam pelatihan ini, para peserta dibagi menjadi beberapa kelas. Seperti  kelas teater, keroncong, perkusi, melukis, tari, dan tembang. Para peserta, jelasnya diberikan kebebasan untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan bakat masing-masing.

Dikatakannya, beberapa sekolah dan sanggar yang mengikuti workshop aplikasi seni seperti SMPN 1 Karanganyar SMPN 1 Tasikmadu, SMPN 4 Karanganyar, SDN Suruh 1 dan 2, Sanggar Ponco Wigati dan Sanggar Ngesti Budoyo.

“Hasil pelatihan ini kemudian dipraktekkan dalam sebuah kolaborasi pementasan diakhir pelatihan,” ujarnya. Joko berharap, melalui pelatihan seni ini, seni tradisonal dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: