28/11/2022

Wartajateng.id – Pada hari Rabu, 24 Nopember 2021 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, diselenggarakan DESK DAK NON FISIK dengan Kementerian Kesehatan.  Acara tersebut dikoordinir oleh subbag perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

 

Adapun pesertanya adalah perwakilan programer di Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Programer Dinas Kesehatan terdiri dari programer promkes, p2, kesling kesjaor, gizi, KIA Kesga, SDMK, PIS PK dan perencanaan keuangan. Perwakilan puskesmasnya adalah Puskesmas Kambangan, Puskesmas Slawi dan Puskesmas Adiwerna.  Setiap Puskesmas menghadirkan empat orang terdiri dari pengelola BOK, programer KIA/Kesga, programer P2 dan dari unsur manajemen Puskesmas.

Kemenkes membagi jadwal DESK sebagai berikut : kesmas kabupaten, kesmas puskesmas, P2P kabupaten dan puskesmas, tenaga perjanjian kerja, PISPK kabupaten/puskesmas dan manajemen puskesmas. Tim kemenkes melakukan klarifikasi  menu-menu kegiatan yang ada di BOK yaitu Upaya Penurunan AKI dan AKB. Komponen yang dilihat dan diteliti adalah rencana kegiatan puskesmas meliputi; surveilans kesehatan ibu dan bayi, GP2SP, peningkatan mutu layanan ibu dan bayi baru lahir di Puskesmas dan rumah sakit, peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui UKBM dalam upaya penurunan AKI AKB terintegrasi dengan upaya perbaikan gizi masyarakat, dan pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, edukasi gizi seimbang dan pendidikan kespro pada anak usia sekolah dan remaja.

Sedangkan tim kemenkes yang lain melakukan klarifikasi menu-menu kegiatan yang ada di BOK  yaitu Upaya perbaikan gizi masyarakat. Komponen yang diamati adalah surveilans gizi, pendidikan gizi melalui peningkatan konsumsi gizi pada ibu hamil dan balita, konvergensi LP/LS dalam percepatan perbaikan gizi masyarakat dan pemantauan tumbuh kembang balita. Pemeriksaan dan pengawasan kualitas air dan sanitasi dasar di teliti dan diperiksa oleh programer kesling.

 

Rincian menu Germas diklarifikasi oleh tim dari direktorat promkes dan pemberdayaan.  Rincian menunya antara lain penggerakan Germas, Pelaksanaan Germas, aktifitas fisik, pemeriksaan, kesehatan berkala dan edukasi gizi seimbang, kampanye lokal Germas dalam mendukung pelaksanaan Germas, dan upaya kesehatan olah raga. Menu kesehatan olah raga di Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal yang awalnya tidak mendapatkan alokasi anggaran, setelah desk mendapatkan alokasi anggaran.

 

Menu selanjutnya adalah tentang upaya deteksi dini, preventif, dan respons penyakit. Tim kemenkes melakukan klarifikasi terhadap kegiatan P2.  Menu lain yang ada pada menu BOK adalah upaya pencegahan pengendalian Covid-19.  Harapan diadakannya DESK adalah menu BOK antara Dinas Kesehatan dan Kemenkes ada penyamaan persepsi kegiatan-kegiatan.

 

Menu terakhir yang diklarifikasi oleh kemenkes adalah menu PISPK dan manajemen puskesmas. Sedangkan menu tenaga dengan perjanjian kerja diklarifikasi oleh tim BPSDMK kementerian kesehatan. Maksimal tenaga dengan perjanjian kerja setiap puskesmas berjumlah empat orang. Jenis profesi atau keahlian yang bisa diangkat adalah tenaga promkes, sanitarian, nutrisionis, epidemiologi, apoteker, dan pengelola keuangan (akuntan). Tenaga dengan perjanjian kerja bekerja selama satu tahun anggaran. Dan akan diperpanjang kembali manakala menu tersebut masih ada BOK dan Puskesmas masih membutuhkan.

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *