Proses Lelang Berjalan, Pembangunan Masjid Dilakukan Akhir Tahun

Sampai saat ini, proses pembangunan masih belum dilakukan. Padahal bangunan Masjid lama telah dirobohkan sejak bulan Maret 2020 lalu. (Foto : Iwan).

Karangnyar (wartajateng.id) − Proses pembangunan Masjid Agung yang telah dianggarkan sebesar Rp 101 miliar sejak tahun 2019 lalu, saat ini memasuki tahapan proses lelang.

Pelaksana tugas kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (DPU PR) Darmanto  kepada sejumlah wartawan, menyampaikan, pembangunan masjid untuk tahap pertama, anggaran yang dikucurkan untuk proses pembangunan masjid ini sebesar Rp 40 miliar.

Menurut Darmanto, anggaran pembangunan sebesar Rp101 miliar tersebut termasuk di dalamnya biaya managemen konstruksi (MK) dan konsultasi perencanaan. Dikatakannya, tahap awal pembangunan infrastruktur akan dimulai akhir 2020 dan 2021.

“Saat ini baru proses lelang dan sudah tayang sejak tiga hari lalu di Layanan Pengadaan Surat Elektronik. Kita masih menunggu siapa pemenang proyek pembangunan masjid ini,” katanya, Sabtu (19/9/2020).

Dikatakannya, setelah pemenang proyek ditetapkan, maka menurut Darmanto akan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kerja pembangunan masjid untuk tahap awal.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rencana pembangunan masjid ini berawal dari ide bupati yang menginginkan ada sebuah Masjid yang mirip salah satu masjid di Madinah.

Momen pembangunan direncanakan tahun 2019  dengan anggaran Rp101 miliar yang disesuaikan dengan HUT Karanganyar ke 101 tahun.

Hanya saja proses pembangunan tertunda, padahal masjid lama telah dirobohkan dengan anggaran lebih dari Rp 300 juta melalui penghapusan aset. Nantinya, sesuai dengan rencana, setelah selesai dibangun, masjid itu akan berubah nama menjadi Masjid Agung Al Madani. Selain sebagai  tempat ibadah, masjid ini juga nantinya akan dijadikan salah satu objek wisata religi. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: