Pupuk Sulit, Petani Kembali Gruduk Kantor DPRD Karanganyar

Para petani menemui anggota DPRD Karanganyar dan meminta penjelasan terkait kesulitan pupuk saat memasuki musim tanam ketiga. (Foto : Iwan)

Karanganyar (wartajateng.id) − Para petani di Karanganyar kembali mendatangi Kantor DPRD Selasa (01/12/2020). Kedatangan mereka meminta bantuan para wakil rakyat untuk membantu kesulitan dalam memperoleh pupuk bersubsidi.

Puluhan petani ini diterima Ketua Komisi B DPRD AW Mulyadi serta  3 anggota lainnya, Darwanto , Adhe Eliana serta Leo Edi Kusumo.

Menyikapi keluhan warga tersebut, Ketua Komisi B DPRD Karanganyar Aw Mulyadi menyatakan, secara keseluruhan kebutuhan pupuk sesuai dengan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 23.000 ton dan baru bisa terlayani sebanyak 13.000 ton.

Kebutuhan pupuk tersebut menurutnya, mulai disalurkan mulai bulan Januari hingga Agustus tahun 2020. Pemerintah, lanjutnya juga menambah sebanyak 5000 ton dan dikirim pada bulan November 2020. Sehingga kebutuhan pupuk petani pada musim tanam pertama terpenuhi.

BACA JUGA  Prakiraan Cuaca Kamis 1 Oktober 2020, Sebagian Besar Jateng Hujan Ringan

“Kenapa ada masalah dari musim tanam pertama ke musim tanam ketiga. Hal ini disebabkan karena ada perubahan regulasi dari penyaluran pupuk melalui RDKK dirubah melalui kartu tani. Sedangkan sebagian besar petani belum memiliki kartu tani,” jelasnya.

Dikatakannya, instansi terkait dalam hal BRI untuk terus melakukan sosialisasi kartu tani ini kepada para petani.

“Sebenarnya bukan kelangkaan tapi cara penebusan pupuk yang semula dari RDKK ke kartu tani,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan  Karanganyar Siti Maesyaroch. Usai pertemuan dengan para petani Siti Maesyaroch menyampaikan, ketersediaan pupuk di Karanganyar masih mencukupi. Untuk itu, sesuai dengan regulasi yang baru.

BACA JUGA  Dirlantas Polda Jateng Tantang Kreator Bikin Konten Keselamatan Berkendara

“Para petani banyak yang tidak punya kartu tani. Sehingga tidak bisa nebus pupuk. Padahal pupuk itu ada. Untuk itu, kami akan membantu para petani untuk memperoleh kartu tani ini,” ujarnya.

Di sisi lain, pimpinan cabang BRI Karanganyar Wicaksono Hendiko Putro data ada sekitar 7200 kartu tani yang masih belum diambil.

“Kita sudah pro aktif.  Semua data ada. Tapi ternyata para petani belum juga mengambil kartu tani. Untuk itu kami minta para petani melalui kelompok tani segera mengambil kartu tani yang saat ini ada di BRI. Dan yang perlu kami ingatkan bahwa kartu tani ini tidak dapat digesek di lokasi lain,” pungkasnya. (Iwan-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: