Resign Dari Rumah Sakit, Tika Sukses Jual Donat Beromset Jutaan

Fatikha saat memamerkan produk donat dari usahanya. (Foto: dok)

Brebes (wartajateng.id) – Terjun di dunia bisnis awalnya bukan keinginan Tika, setelah nyaman dengan profesinya di salah satu Rumah Sakit Kabupaten Tegal. Karena tempat pekerjaan jauh dari rumah, orang tua meminta resign (keluar) dari pekerjaan.

“Waktu itu di suruh ibuku resign karena tempat kerja yang jauh dan disuruh melanjutkan usahanya,” kata Tika kepada wartajateng.id, Selasa (22/9/2020).

Perempuan yang memiliki nama lengkap Fatikha mengaku, awalnya berat menuruti keinginan ibunya. Apalagi di usianya yang baru menginjak 24 tahun dan sudah bekerja tetap sesuai yang ia inginkan setelah lulus S1.

“Ya berat, tapi bagaimana lagi. Ibu meminta usaha orang tua harus diteruskan dan dikembangkan,” ujarnya.

Sehingga awal tahun 2020 akhirnya Fatikha mulai meneruskan usaha orang tua yang sudah berdiri lebih dari tujuh tahun. Ia mengembangkan pemasaran melalui media sosial baik itu Instagram maupun Facebook.

Alhasil usaha yang diberi nama Donat Pantura Brebes itu pun berkembang pesat.  Dari omset pertama jualan Rp 3 juta hingga Rp 4 juta, kini omset penjualan sudah mencapai Rp 7 juta setiap bulannya.

Dengan omset yang menggiurkan kini perempuan asal Kabupaten Brebes itu tak menyesali lagi harus resign dari pekerjaannya yang dulu. Berkatnya, usaha yang memproduksi kue donat dan bini mulai beragam produk.

“Sekarang beragam, paling banyak dipesan donat karakter ulang tahun dan Bomboloni,” katanya.

Usaha Tika tak semulus yang dibayangkan, ia menceritakan tentang pengalaman lucu ketika awal berjualan.

“Awalan saat saya delivery order sudah mirip tukang golek, juga disuruh beli makanan yang lain dengan customer,” ujarnya sembari terbahak mengenang waktu itu.

Menurut Fatikha, pangsa pasar kue di Indonesia cukup bagus, tergantung pemasarannya saja, apalagi di musim wabah seperti ini, banyak orang mencari sesuatu yang mudah dan pastinya bisa sampai depan pintu rumah.

“Cukup di rumah saja biar kami ke rumahmu,” kata Tika mengucap slogan penjual saat menjajakan kuenya.

Kini ia juga mengaku mantap menetap di kampung halamannya yang bernama di Gamprit No. 27 RT 04 RW 13 Brebes, sesuai alamat usahanya berdiri dan enggan merantau lagi.

Meskipun kini telah sukses, Tika tak menampik bahwa kesuksesan yang ia raih kini adalah buah kerja kerasnya yang tetap tekun dan telaten serta mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. (Zaidi-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: