Seluruh Pasar di Demak Tetap Buka Saat Penerapan Jateng di Rumah Saja

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Didagkopukm) Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain. (Foto: Nizar)

Demak (wartajateng.id) – Merespon gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ yang akan diterapkan pada tanggal 6 hingga 7 Februari pekan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak tetap membuka pasar maupun swalayan.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Didagkopukm) Kabupaten Demak Iskandar Zulkarnain mengungkapkan, terkait kebijakan Gubernur Jawa Tengah yang direspon melalui Surat Edaran (SE) Plh Bupati Demak, maka untuk pasar, toko swalayan, maupun sejenisnya yang masuk dalam sektor esensial kaitannya dengan logistik dikecualikan.

“Dari SE Plh Bupati Demak tersebut kami Dindagkop juga membuat SE untuk kepala UPTD pasar dan Koordinator pasar Se-Kabupaten Demak agar pasar tetap buka. Akan tetapi dengan catatan tetap melakukan pengetatan protokol kesehatan beserta pengawasannya,” terangnya saat ditemui wartajateng.id, Jumat (5/2/2021).

BACA JUGA  Polres Demak Peringati Isra Mikraj dengan Protokol Kesehatan

Menurut Iskandar, kebijakan Gubernur itu tidak memaksa harus dilaksanakan 100 persen, bisa saja 50 atau 60 persen yang diterapkan tegantung kondisi dan kearifan lokal daerah masing-masing.

“Dalam hal ini Pemkab Demak mengambil langkah tidak menutup pasar termasuk toko swalayan juga. Hanya dibatasi jam operasional nya, yaitu untuk pasar buka jam 06.00 hingga 16.00 dan swalayan buka jam 08.00 sampai 20.00 WIB,” jelasnya.

Sementara untuk Pedagang Kaki Lima (PKL), memang di SE Gubernur maupun SE Bupati tidak disebutkan dengan spesifik. Sehingga karena sifatnya imbauan, maka diserahkan pada PKL apakah mau buka atau tidak.

BACA JUGA  Update Cuaca: Pesisir Jawa Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

“Kan tidak ada sangsinya, namun diberi sangsi ketika mereka melanggar protokol kesehatan Covid-19. Namanya PKL itu dapat uang hari ini ya untuk makan hari ini. Kalo ditutup mereka akan makan apa?,” terangnya.

Lebih lanjut, dibuka nya pasar di Kabupaten Demak itu sebagai upaya agar ekonomi masyarakat tidak terkena dampak yang signifikan.

“Setelah dua hari selesai harapannya masyarakat tetap ketat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak hanya untuk hari ini saja tapi bisa seterusnya.” pungkasnya. (Nizar-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: