Serunya Ngopi hingga Selfie di Dalam Goa Lawa Purbalingga

Seorang pengunjung menikmati sensasi minum kopi di dalam Goa Lawa Purbalingga (Golaga) Kabupaten Purbalingga. (Foto : dok)

Purbalingga (wartajateng.id) – Berwisata di Kabupaten Purbalingga tidak hanya dikenal sebagai tempat berlibur yang asyik bersama keluarga karena memiliki destinasi wisata seperti Owaboong dan Purbasari Pancuran Mas.

Namun, jika dilihat lebih jauh lagi ternyata, kabupaten yang menjadi tempat kelahiran Jenderal Soedirman ini menawarkan wisata sekaligus tempat nongkrong yang asyik dan seru.

Sebut saja salah satunya adalah Lava Coffe Shop yang terletak di dalam perut bumi di kawasan Goa Lawa Purbalingga atau Golaga.

Suasana caffe sebagai tempat nongkrong yang asyik di dalam goa. (Foto : dok)

Tempat santai ini memberikan ketenangan dan kesejukan bagi pengunjung yang mendambakan suasana alam karena letaknya berada di kaki Gunung Slamet.

Cafe ini terletak di sebuah ruangan berbentuk setengah kubah beratap dinding goa. Sesekali tetesan air jatuh dari stalaktit, menambah kesan syahdu dan damai.

BACA JUGA  Soal Vaksin Paryono Minta Masyarakat Tidak Apatis

Berbagai makanan dan minuman khas Purbalingga pun ditawarkan dalam cafe ini. Seperti Kopi Sigotak dari Siregol, Kopi Kendil dari Sirandu, Kopi Arabica Gunung Malang dan lainnya.

Sementara untuk cemilan atau snack pengunjung dapat menikmati kudapan nanas bakar yang menjadi makanan khas daerah pegunungan ini.

“Ini adalah tempat ngopi terdalam yang terletak di perut bumi, dan bahkan satu satunya yang ada di  Indonesia,” kata salah satu pengelola Golaga, Adi saat disambangi para peserta Jateng On The Spot belum lama ini.

BACA JUGA  Pedagang Pasar: Terima Kasih Pak Gubernur, Sekarang Ongkos Angkot Murah

Dia menjelaksan, Golaga sendiri merupakan satu-satunya goa di Indonesia yang terbentuk dari lava dari letusan Gunung Merapi Purba ribuan tahun silam.

“Ini adalah satu-satunya goa di Indonesia yang terbentuk dari proses erupsi gunung, karena rata-rata goa yang ada di Indonesia terbentuk dari karst atau kapur,” jelas dia.

“Lelehan lava ini akhirnya membentuk rongga-rongga yang salah satunya dimanfaatkan untuk cafe lava ini,” imbuh dua.

Salah satu pengunjung, Alif mengaku, ngopi atau bersantai di tempat ini membawa sensasi tersendiri. 

“Seperti dibawa ke suasana tempo dulu, ketika manusia masih memanfaatkan goa sebagai tempat beraktivitas atau berlindung. Enak, syahdu, indah dan sekaligus mistis,” puji wisatawan asal Semarang.

BACA JUGA  Pertamina Peduli Salurkan Bantuan Siaga Merapi

Apalagi, menu makanan dan minuman yang ditawarkan pun memiliki harga yang bersahabat.

“Murah-murah disinu menunya. Mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu saja. Saya tadi pesan kopi dan nanas bakar. Enak banget,” timpal dia.

Untuk menuju ke sana, wisatawan dapat mengambil jalur utara arah Purbalingga – Pemalang. Setelah berjalan 22 Km dari pusat kota, pengunjung akan sampai di perempatan Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Lokasi Golaga sekitar 2 Km arah barat dari perempatan tersebut. (Ody-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: