Sidang PSHT Karanganyar, Penasehat Hukum Terdakwa Tolak Tuntutan Jaksa

Sidang lanjutan dugaan penganiayaan yang dilakukan salah satu anggota PSHT Terate mash mendapat penjagaan ketat aparat kepolisian. (Foto Iwan).

Karanganyar (wartajateng.id) – Tim penasehat hukum terdakwa kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan Agus Pramono Jati, menolak tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) secara keseluruhan.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan dalam sidang sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan tuntutan 1,5 bulan penjara.
Disisi lain, jalannya sidang tersebut, masih mendapat penjagaan ketat aparat Polres Karanganyar. Satu unit mobil water canon masih disiagakan di sekitar Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya Hary Daryanto dalam nota pembelaannya dalam sidang yang digelar di PN Karanganyar Kamis (04/03/2021) menyampaikan, menolak tuntutan JPU secara keseluruhan.

BACA JUGA  Jadi Tamu Vaksinasi di Gubernuran, Yanuri: Pengalaman Ini Saya Sampaikan ke Pedagang Lain

Menurut Hary Daryanto, berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, terdakwa tidak terbukti melakukan penganiayaan. Hal ini, jelas Hary diperkuat dengan keterangan saksi yang tidak mengetahui jika terjadi penamparan.

“Dalam fakta persidangan tidak terbukti ada penamparan, tidak ada penganiayaan. Untuk itu, kami mohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan putusan bebas kepada terdakwa,” jelasnya.

Terkait dengan hasil visum yang menyatakan ada luka di bagian belakang, Hary menyatakan bahwa perbuatan itu tidak dilakukan oleh terdakwa.

“ Soal luka yang ada di belakang, tidak dilakukan oleh terdakwa. Jika ada luka di belakang, berarti terjadi pengeroyokan dan penganiayaan itu dilakukan oleh banyak orang,” jelasnya.

BACA JUGA  Antisipasi kebakaran Hutan, Perhutani Gelar Apel Siaga

Usai pembacaan nota pembelaan, sidang dilanjutkan pada Senin (15/03/2021) dengan agenda tanggapan JPU terhadap nota pembelaan terdakwa.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya, tedakwa kasus dugaan penganiayaan yang dlakukan oleh Agus Pramono Jati, JPU menuntut yang bersangkutan dengan hukuman 1,5 bulan penjara.

Menurut JPU, Agus yang didakwa dengan pasal berlapis, terbukit melakukan penganiayaan sebagamana yang diatur dalam Pasal 80 ayat 1 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (Iwan-05).


Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: