Simulasi Kesiapan Evakuasi Warga Lereng Merapi Terus Dimatangkan

Beberapa warga melakukan simulasi evakuasi warga di Lereng Gunung Merapi. (Foto : dok)

Boyolali (wartajateng.id) – Kerjasama kemanusian antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dan Magelang terus ditingkatkan.

“Hal ini menyusul akibat terjadinya erupsi Gunung Merapi,” kata Kepala pelaksana harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo, Minggu (16/7/2020).

Sebab, kata Sinung, sistem Sister Village atau Desa Bersaudara antara Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dengan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.

“Latihan simulasi evakuasi sudah digelar beberapa kali. Kita siap selamat, kita jaga alam, alam jaga kita,” terang Sinung.

Menurutnya, kerjasama desa bersaudara kian mendarah daging. Desa bersaudara yang dibentuk sejak 2018 silam telah siap untuk menghadapi erupsi Merapi.

Masyarakat pun bisa langsung melakukan pengungsian di Desa yang menjadi saudaranya sewaktu-waktu terjadi bencana Erupsi Merapi.

Dengan begitu, warga yang terdampak erupsi tak kebingungan lagi harus mengungsi kemana.

“Dari pengungsian sementara, kemudian diungsikan ke desa saudara,” terang Bambang.

Tak hanya warga masyarakatnya saja yang diungsikan ke desa suadaranya. Hewan ternak warga juga akan dievakuasi juga ke desa tersebut. Hewan-hewan ternak warga akan ditampung di lokasi yang telah ditentukan.

“Bisa di lapangan desa atau di pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo,” jelasnya. (Tri-01).

Mungkin Anda juga menyukai

%d blogger menyukai ini: